Opa Saul Lolowang (64) mengantar penumpang ke arah Matani. (Foto:publikreport.com)

20 Tahun, Opa Saul Jadi Kusir Bendi

Tuk… tik… tak… tik… tuk… Bunyi ladam kuda yang menarik bendi yang dikusiri Saul Lolong (64), opa asal Kelurahan Wailan Kecamatan Tomohon Utara Kota Tomohon yang setiap hari mencari nafkah di pusat kota Tomohon. Opa yang dikarunia dua anak dan empat orang cucu ini dengan sabar dan tekun melayani masyarakat yang menggunakan bendinya (kendaraan transportasi khas Minahasa) menuju ke pelosok-pelosok kelurahan yang ada di Kota Sejuk Tomohon.

Om Buang sapaan akrab opa Saul mengaku telah 20 tahun menggeluti profesi sebagai kusir bendi, selain bertani di kebun miliknya di kaki Gunung Lokon.

“Walaupun penghasilan saya cukup dari bertani. Namun, selalu membawa bendi. Usia saya memang sudah lanjut, tapi saya selalu ingin bekerja,” kata Om Buang kepada publikreport.com, Kamis 07 Desember 2017 sore.

Sebelum dirinya menggeluti kusir bendi pada siang hari, Om Buang bersama isterinya dan anaknya pagi-pagi telah ke kebun.

“Penghasilan yang saya dapatkan sebagai kusir bendi, bukan merupakan yang utama. Karena dari hasil pertanian sudah mencukupi kebutuhan sehari-hari,” kata Om Buang dengan ramah dan wajah ceria.

“Menjadi kusir bendi, hanya mengisi kosongnya waktu setelah bertani,” tambah opa yang dikarunia dua orang anak dan empat cucu ini.

Roda Sapi yang (Mulai) Tergerus Zaman

Leave a Reply