PUBLIKREPORT.com

61 Bendungan Ditargetkan Tuntas Bertahap Hingga 2024

Ilustrasi.

Ilustrasi.

INGIN BERITA DIBACAKAN: https://publikreport.com [responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Play”]

Kurun waktu 2015-2020 telah dibangun 15 bendungan diberbagai daerah.

JAKARTA, publikreport.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengatakan, Kementerian PUPR menargetkan sebanyak 61 bendungan baru tuntas secara bertahap hingga 2024. Pengelolaan sumber daya air dan irigasi melalui pembangunan bendungan, menurutnya, akan terus dilanjutkan guna mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

“61 bendungan ini akan menambah jumlah tampungan air sebesar 3.836, 38 juta meter kubik,” jelasnya.

Selang 2015-2020, Basuki menjelaskan, Kementerian PUPR telah membangun 18 bendungan baru untuk mendukung program ketahanan air dan pangan secara nasional. Pembangunan bendungan akan dilanjutkan pada 2020 hingga 2024 untuk memenuhi target visium Kementerian PUPR 2030 yakni rasio tampungan air terhadap jumlah penduduk bisa mencapai sebesar 120 meter kubik per kapita per tahun. Artinya, meningkat dari kondisi saat ini yang baru mencapai 50 meter kubik per kapita per tahun.

Potensi air di Indonesia, Basuki menjelaskan, cukup tinggi yakni sebesar 2,7 triliun meter kubik per tahun. Dari volume tersebut, air yang bisa dimanfaatkan sebesar 691 miliar meter kubik per tahun, di mana sudah dimanfaatkan sekitar 222 miliar meter kubik per tahun untuk berbagai keperluan seperti kebutuhan rumah tangga, peternakan, perikanan dan irigasi.

“Dengan potensi tersebut, keberadaannya tidak merata dalam dimensi ruang dan waktu, sehingga kita membutuhkan tampungan-tampungan air baru. Dimana pada musim hujan air akan ditampung dalam bendungan dan akan dimanfaatkan pada musim kemarau. Itulah gunanya bendungan dan embung/setu untuk menambah tampungan air,” jelasnya Minggu 27 Desember 2020.

Kurun waktu 2015-2019, Basuki mengungkapkan, telah selesai dibangun sebanyak 15 bendungan. Ini telah menambah volume tampung sebesar 1.106,04 juta meter kubik untuk dimanfaatkan sebagai irigasi pertanian seluas 109.790 hektare. Di samping itu penyediaan air baku 6,28 meter kubik per detik, reduksi banjir sebesar 1.859,89 meter kubik per detik, energi sebesar 113,42 megawatt dan potensi pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Kelima belas bendungan tersebut, Basuki membeberkan, masing-masing Bendungan Rajui dan Payaseunara di Aceh, Jatigede di Jawa Barat (Jabar), Titab di Bali, Bajulmati dan Nipah di Jawa Timur (Jatim), Bendungan Teritip di Kalimantan Timur (Kaltim), Raknamo dan Rotiklot di NTT (Nusa Tenggara Timur), Tanju dan Mila di NTB (Nusa Tenggara Barat), Logung dan Gondang di Jawa Tengah (Jateng), Sei Gong di Kepulauan Riau, serta Bendungan Sindang Heula di Banten.

Penyelesaian pembangunan bendungan dilanjutkan Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) pada 2020 dengan tambahan tiga bendungan baru sehingga menjadi 18 bendungan. Ketiga bendungan yang selesai tahun ini adalah Bendungan Napun Gete di (NTT) Nusa Tenggara Timur, Tukul di Jawa Timur, dan Tapin di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Dengan selesainya tiga bendungan tersebut menambah suplai irigasi menjadi 116.162 hektare dan air baku sebesar 7,29 meter kubik per detik,” terang Basuki.

Read Previous

01-14 Januari 2021, WNA Dilarang Masuk Indonesia

Read Next

Catatan Akhir Tahun