Tiga pintu gerbang masuk Pasar Serasi Kotamobagu, Kamis 25 Januari 2018, ditutup ahli waris yang dipimpin Andi Ladu Manoppo. (Foto: totabuan.co)
Tiga pintu gerbang masuk Pasar Serasi Kotamobagu, Kamis 25 Januari 2018, ditutup ahli waris yang dipimpin Andi Ladu Manoppo. (Foto: totabuan.co)

Ahli Waris ‘Tutup’ Pasar Serasi

KOTAMOBAGU, publikreport.com – Sekitar empat jam, aktivitas di Pasar Serasi Kotamobagu lumpuh. Tiga pintu gerbang masuk ke pasar, yakni dua di depan dan satu di belakang di tutup ahli waris lahan pasar.

“Penutupan pasar ini kami lakukan sejak enam tahun lalu. Penutupan pasar ini karena kami dan para pedagang sedang rapat,” jelas Andi Ladu Manoppo, salah satu ahli waris, Kamis 25 Januari 2018.

Diakuinya, sengketa lahan pasar di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu telah dimenangkan Pemerintah Kota Kotamobagu. Namun, pihak ahli waris akan terus melakukan upaya banding.

“Banding telah kita ajukan dan itu sedang dalam proses,” tegas Andi.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Kotamnbagu, Herman Arai yang turun ke lapangan untuk membuka pintu pasar dihadapng sehingga nyaris terjadi kericuhan.

Menurutnya upaya untuk membuka pintu gerbang, karena banyak pedagang yang mengeluh jualan mereka tidak laku terjual.

BACA JUGA: Penahanan Tersangka Korupsi Pasar Diperpanjang

BACA JUGA: Oma Altje, Tibo Tangguh di Pasar Tomohon

BACA JUGA: Daya Tarik Pasar Ekstrim Kuliner, Pasar Beriman Tomohon

Penutupan pasar oleh pihak Andi Ladu Manoppo, Herman mengatakan tidak bisa ditolerir, karena menyangkut fasilitas publik.

“Meski yang mengaku ahli waris melakukan rapat, tapi jangan menghambat aktivitas pedagang. Silahkan rapat, tapi jangan mengganggu aktivitas pedagang,” ujarnya.

Atas keputusan PN Kotamobagu, Herman mengatkan, otomatis kepemilikan pasar ini menjadi hak/dikuasai pemerintah. Apalagi tidak ada pernyataan dari pengadilan, bahwa Pasar Serasi dikelola ahli waris.

“Jika tidak dibuka tentu ini akan menjadi kewenangan pihak kepolisian untuk membuka,” tegasnya. | TOTABUAN.co

Leave a Reply