Kepala Tim (Katim) Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung memegang barang bukti senjata tajam (sajam) parang (samurai) saat mengamankan lelaki MR alias Maxi (47), warga Lingkungan X, Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 25 Januari 2020, sekitar pukul 00.45 WITA.
Kepala Tim (Katim) Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung memegang barang bukti senjata tajam (sajam) parang (samurai) saat mengamankan lelaki MR alias Maxi (47), warga Lingkungan X, Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sabtu 25 Januari 2020, sekitar pukul 00.45 WITA.

Ajak 2 Aparatur Linmas Matani III Berkelahi, Maxi Ditangkap Totosik

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung, Sabtu 25 Januari 2020, sekitar jam 00.45, mengamankan lelaki berinisial MR alias Maxi (47), warga Lingkungan X, Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Tim Totosik mengamankan Maxi atas laporan membuat keributan di tengah jalan sambil memegang barang tajam (sajam) berupa parang di Kelurahan Matani III.

“Saat kami tiba di TKP (Tempat Kejadian Perkara), pelaku sudah melarikan diri. Dilakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan) dan mengantongi identitas pelaku selanjutnya dilakukan pencarian. Sekitar jam 00.45 WITA, tim berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti sebilah parang,” kata Bripka Yanny Watung.

Dari interogasi awal Tim Totosik, menurut Yanny, pelaku mengaku sebelumnya, Jumat 24 Januari 2020, sekitar pukul 21.00 WITA, malam, dirinya menghadiri acara di rumah Ronny Wenas yang berada di Lingkungan X, Kelurahan Matani III. Disitu dirinya pesta minuman keras (Miras) bersama rekan-rekannya yang ada.

Sekitar pukul 23.00 WITA, pelaku yang sudah dalam pengaruh miras berselisih dengan dua aparatur Linmas (Perlindungan Masyarakat) Kelurahan Matani III, Billy Paat dan Denny Pitoy.

Tidak terima ditegur aparatur Linmas, pelaku pulang ke rumahnya yang tidak jauh dari lokasi acara, mengambil sajam parang (samurai), kemudian kembali ke tempat acara dan membuat keributan sambil mengajak Billy Paat dan Denny Pitoy untuk berkelahi.

“Dari interogasi awal diketahui pelaku merupakan residivis kasus pembunuhan pada tahun 1998 dan sudah menjalani hukuman penjara selama sembilan tahun,” ungkap Bripka Yanny Watung.

Setelah diamankan, Yanny menambahkan, pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres (Markas Kepolisian Resort) Tomohon. | TOMMY WAHANI

Leave a Reply