Barang bukti ribuan butir obat keras trihexiphenidil berhasil disita Tim Reserse Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Resnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Bitung, dari empat tersangka pengedar. Empat tersangka, masing-masing SA (21), RN (22), TB (24) dan AD (25) ditangkap pada Kamis 25 Juli 2019.
Barang bukti ribuan butir obat keras trihexiphenidil berhasil disita Tim Reserse Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Resnarkoba) Kepolisian Resort (Polres) Bitung, dari empat tersangka pengedar. Empat tersangka, masing-masing SA (21), RN (22), TB (24) dan AD (25) ditangkap pada Kamis 25 Juli 2019.

AKP Frelly Buru Bandar/Pengedar Obat Keras

KRIMINALITAS

BITUNG, publikreport.com – Setelah berhasil mengungkap peredaran obat keras jenis trihexiphenidil pada 15 Juli 2019, lalu, Tim Tarsius Satuan Reserse Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (Narkoba) Kepolisian Resort (Polres) Bitung melakukan pengembangan hingga, Kamis 01 Agustus 2019, berhasil menangkap tersangka pengedar sekaligus bandar, lelaki berinisial IG alias Ewin (27), warga Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Ewin ditangkap di J akarta.

Dari penangkapan terhadap Ewin, Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Bitung, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Frelly Sumampouw mengatakan, berhasil disita obat keras berbagai jenis, seperti zipras aprasolam sebanyak 1.000 butir, piclonazepam sebanyak 500 butir dan aprasolam sebanyak 500 butir. Total 2.000 butir.

Hasil interogasi terhadap tersangka lelaki IG alias Ewin, obat keras jenis trihexiphenidil yang diterima oleh lelaki AD alias Arman (sudah tertangkap) merupakan barang kiriman darinya. Semua barang itu, dia dapatkan dari bandar besar yang saat ini identitasnya sudah kami kantongi dan akan kami kejar,” tegas Frelly.

BACA JUGA: Apotik dan Toko Obat Disinyalir Jual Obat Keras Tak Sesuai Prosedur

Para tersangka kasus peredaran obat keras ini, Frelly menjelaskan, dijeras dengan Pasal 196 sub pasal 197 Undang-Undang (UU) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp1.500.000.000,” jelasnya.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Bitung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Stefanus Michael Tamuntuan menegaskan, pihaknya memerangi segala bentuk penyalahgunaan serta peredaran narkotika dan psikotropika lainnya yang dapat merusak masa depan generasi bangsa.

Akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku dan tanpa kompromi,” tegasnya. | CHRISTIAN G

Leave a Reply