You are currently viewing Alih Fungsi Jalan dan Trotoar Menjadi Tempat Berdagang
Ilustrasi.

Alih Fungsi Jalan dan Trotoar Menjadi Tempat Berdagang

Sekarang di kota tempat saya tinggal semakin macet saja. Tidak hanya karena ada pembangunan dimana-mana, tetapi juga karena ada jalan-jalan yang ditutup pemda untuk pasar, bahkan trotoar juga dijadikan tempat berdagang.
Apa dasar hukum dibolehkannya tindakan pemda tersebut?
Memang bisa peruntukan jalan justru menjadi tempat berdagang para pedagang kaki lima?

Jawaban:

Intisari:

Pemerintah daerah bisa saja mengizinkan pedagang kaki lima untuk berjualan/berdagang di jalan atau trotoar, seperti contohnya pengaturan yang kita temukan dalam Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Berdasarkan perda ini, sebenarnya dilarang untuk berdagang/berjualan di jalan/trotoar kecuali tempat tersebut telah ditetapkan oleh Gubernur sebagai tempat usaha pedagang kaki lima.

Selain diatur dalam peraturan daerah setempat, pemanfaatan trotoar sebagai tempat berjualan/berdagang juga diperkenankan dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2014 Tahun 2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan sepanjang atas dasar pertimbangan pemanfaatan fungsi sosial dan ekologis.

Meski didukung oleh peraturan atau kebijakan pemerintah yang ada, ada pula dasar hukum lain yang memberikan sanksi pada penggunaan jalan di luar fungsi jalan atau trotoar. Apa dasar hukum tersebut? Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Penutupan Jalan Menurut UU Lalu Lintas

Pada dasarnya, penutupan jalan yang dikenal dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (“UU LLAJ”) adalah penutupan jalan akibat penggunaan jalan untuk penyelenggaraan kegiatan di luar fungsinya, yang dapat dilakukan pada jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota, dan jalan desa.[1]

Yang dimaksud dengan “penyelenggaraan kegiatan di luar fungsinya” antara lain:[2]

Leave a Reply