Alur Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dipersingkat

Alur Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Dipersingkat

Mendorong percepatan vaksinasi untuk mencapai kekebalan komunitas (herd immunity), selain program vaksinasi yang tengah berjalan pemerintah juga mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi dengan skema vaksin gotong royong. Pelaksanaan vaksinasi dengan skema ini, menurut Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dilakukan berdasarkan zonasi risiko atau risiko wilayah.

“Tadi dilaporkan mengenai vaksin gotong royong serta prioritas berbasis zonasi dan juga berbasis kepada perusahaan-perusahaan yang telah mendaftarkan di Kadin (Kamar Dagang dan Industri), dan tentunya berbasis kepada jenis industrinya, yang diutamakan padat karya,” ujarnya.

Pekerja yang memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) ataupun KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), Airlangga mengatakan, juga dapat mengikuti skema vaksin gotong royong. Disampaikannya, vaksin yang akan digunakan dalam skema ini adalah vaksin Sinopharm dan CanSino.

“Ada 7,5 juta (dosis vaksin) Sinopharm, itu yang sudah binding ditargetkan sampai bulan Juli, opsinya 7,5 juta. Dan ada 5 juta (dosis vaksin) CanSino yang sedang dalam proses. Kementerian Kesehatan akan menerbitkan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) terkait harga vaksin gotong royong,” jelasnya.

Disiplin Protokol Kesehatan

Kepada seluruh masyarakat, Menkes, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di setiap saat sebagai upaya untuk mencegah penularan virus corona, termasuk dengan adanya varian baru virus yang saat ini telah terdeteksi di Indonesia.

“Apapun virusnya, apapun mutasinya, kalau kita disiplin protokol kesehatannya (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), insyaallah harusnya penularan tidak terjadi,” imbaunya.

Selain varian baru yang berasal dari Inggris, Budi mengungkapkan, ditemukan juga mutasi virus yang berasal dari India dan Afrika Selatan.

“Jadi selain mutasi yang dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden. Sudah ada dua mutasi dari India masuk, dan satu mutasi dari Afrika Selatan,” ungkapnya.