Ketua Umum dan Pengurus AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) saat menyerahkan berkas organisasi kepada Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetya di Kantor Dewan Pers, Senin, 27 Agustus 2018.
Ketua Umum dan Pengurus AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia) saat menyerahkan berkas organisasi kepada Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetya di Kantor Dewan Pers, Senin, 27 Agustus 2018.

AMSI Segera Diverifikasi Dewan Pers

JAKARTA, publikreport.com – Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetya mengatakan, lembaga yang dipimpinnya akan segera menerjunkan tim ke daerah-daerah untuk memverifikasi keanggotaan dan kepengurusan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

“Targetnya awal Desember 2018, sudah ada keputusan, apakah AMSI memenuhi syarat menjadi konstituen Dewan Pers,” ungkap Yoseph, saat menerima pendaftaran berkas-berkas organisasi dari Pengurus AMSI yang dipimpin Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, di kantor Dewan Pers, Senin, 27 Agustus 2018.

Dewan Pers, menurut Stanley – demikian Yoseph biasa disapa – menyambut baik pendaftaran dari organisasi-organisasi penerbit media siber. Saat ini, Stanly mengungkapkan, ada lebih dari 45 ribu media online di Indonesia. Namun kompetensi dari para pengelolanya masih dipertanyakan.

“Program Dewan Pers seperti verifikasi media dan sertifikasi jurnalis sebenarnya bertujuan untuk membantu meningkatkan kualitas media-media siber,” jelasnya.

AMSI, Stanley berharap, harus bisa mengawal perkembangan media digital menjadi media masa depan Indonesia.

Saat ini, Stanley menambahkan, Dewan Pers sedang memiliki program kerja untuk turun dan meninjau media di 34 provinsi.

“Kami akan gunakan program ini untuk turut memverifikasi keanggotaan AMSI,” katanya.

Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut mengakui, persiapan pendaftaran AMSI ke Dewan Pers memang membutuhkan waktu cukup lama.

“Terhitung sejak Deklarasi AMSI di Dewan Pers pada April 2017 yang juga dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara, memang sudah satu tahun lebih,” kata Wenseslaus yang merupakan Chief Content Officer Kapan Lagi Network ini.

Lamanya persiapan pendaftaran ini, Wenseslaus menjelaskan, disebabkan oleh hati-hatinya pengurus dalam memverifikasi anggotanya.

“Sejak Kongres AMSI pada Agustus 2017 yang dihadiri Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla, kami menetapkan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) dengan syarat keanggotaan cukup ketat sesuai standar organisasi pers,” tegasnya.

“Setelah AD/ART terbentuk, barulah kami meminta 15 wilayah melakukan Konferensi Wilayah satu per satu,” sambungnya.

Meski demikian, Wenseslaus melanjutkan, sejumlah program penguatan kapasitas jurnalistik anggota AMSI sudah berjalan.

“Kami sempat mengadakan pelatihan mengatasi hoaks bekerjasama dengan Google,” katanya.

Setiap media anggota AMSI, Wenseslaus menambahkan, akan memiliki fitur cek fakta untuk memudahkan pembaca memeriksa mana informasi yang hoaks dan mana yang bukan.

Diketahui, saat ini AMSI sudah memiliki 211 media sebagai anggotanya di 15 provinsi. Setiap provinsi memiliki susunan kepengurusan aktif dan sekretariat di salah satu kantor media siber anggotanya. Hampir semua media online arus utama di ibu kota adalah anggota AMSI. | DORANG

Leave a Reply