PUBLIKREPORT.com

Anak Panti Asuhan Nazaret Banyak yang Berhasil

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Saya rasa dana dari Sinode terbilang kecil. Bahkan kepekaan dari sinode juga tidak ada”

Pendeta Susjeane Kondoy STh, Kepala Panti Asuhan Nazaret Matani, Tomohon.

TOMOHON, publikreport.com – Luar biasa, Panti Asuhan Nazaret yang berada di Lingkungan X Kelurahan Matani III, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mampu mendidik dan menciptakan orang-orang yang berhasil.

“Banyak anak panti ini (Panti Asuhan Nazaret) yang kini berhasil. Banyak yang kini menyandang gelar sarjana (S1). Banyak yang jadi pendeta, bahkan beberapa menjabat Ketua Wilayah BPMS GMIM. Ada yang menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil), ada yang Sarjana (STh) dan menjadi pengelola panti asuhan ini. Dan tahun ini, ada dua anak panti asuhan ini yang akan lulus dari Politeknik Negeri Manado,” ungkap Kepala Panti Asuhan Nazaret Tomohon, Pendeta Susjeane Kondoy STh, saat ditemui publikreport.com, Rabu, 11 April 2018.

Selain itu, Susjeane melanjutkan, ada juga anak Panti Asuhan Nazaret yang melanjutkan studi ke Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Banyaknya anak-anak yang berhasil atau meraih sukses, namun Susjeane menyayangkan kesadaran mereka untuk datang atau sekedar berkunjung ke tempat mereka dibesarkan, sekedar untuk berbagi kasih dan memberikan motivasi bagi adik-adik mereka yang di Panti Asuhan Nazaret.

“Motivasi atau dorongan sekecil apapun akan sangat berarti bagi mereka,” ujarnya.

Saat ini, menurut Susjeane, Panti Asuhan Nazaret memberikan pelayanan kepada 41 orang anak dengan 8 orang pengasuh. Anak asuhan berusia 6 tahun ke atas yang saat ini sedang menempuh pendidikan pada jenjang SD, SMP, SMA/SMK dan perguruan tinggi.

“Anak-anak yang diasuh di Panti Asuhan Nazaret merupakan anak-anak yatim, piatu, yatim piatu, terlantar, dari keluarga retak, ekonomi lemah dan orang tua berpenyakit kronis,” jelasnya.

Kendala dan tantangan

“Memang banyak kendala dan tantangan yang sering dihadapi dalam mendidik anak-anak dengan berbagai latar belakang dan karakter yang berbeda,” sambungnya.

Kendala lain yang sering dihadapi, Susjeane melanjutkan, berupa dana. Dana yang diberikan Sinode GMIM, menurutnya terasa kecil untuk kesejahteraan. Sementara renovasi gedung harus ditanggung panti asuhan sendiri.

“Saya rasa dana dari Sinode terbilang kecil. Bahkan kepekaan dari sinode juga tidak ada,” tegasnya.

BACA JUGA: Rumah Pengasih Awal Mula Panti Asuhan Nazaret

Panti Asuhan Nazaret Matani, Tomohon. (Foto: Prisilia Y Kilis/PUBLIKREPORT.COM)

Panti Asuhan Nazaret, Susjeane memaparkan, dibangun dengan tujuan agar anak-anak dan para pengunjung merasakan kenyamanan dan kesejahteraan.

“Untuk apa anak-anak diasuh di sini, namun tidak merasa kenyamanan. Harusnya mereka diberikan kesejahteraan dan kenyamanan, dan bisa merasakan apa yang orang lain dapatkan layaknya mereka tinggal dengan keluarga yang lengkap,” tuturnya.

Diakui Susjeane, selain mendapatkan dana dari Sinode GMIM, juga ada bantuan dari Dinas Sosial setiap tahun dan Yaysan Dharmais per triwulan. Sedangkan dari Pemerintah Kota Tomohon saat ini tidak ada donator tetap.

“Saya berharap Sinode GMIM dan Yayasan peka terhadap keadaan Panti Asuhan Nazaret. Karena panti asuhan ini merupakan bagian dari pelayanan GMIM. Bukan organisasi yang berdiri sendiri. Jika hanya berharap kepada donatur, para donatur pun tidak selamanya akan tergerak hati memberi,” tegasnya.

“Kepada BPMS yang baru, saya berharap ada perubahan untuk pelayanan Panti Asuhan Nazaret,” harapnya.

Dididik memiliki iman kepada Tuhan Yesus

Anak-anak Panti Asuhan Nazaret, Susjeane menjelaskan, selalu dididik untuk memiliki iman kepada Tuhan Yesus, mandiriserta sehat secara jasmani dan rohani.

“Kami sebagai orangtua mereka selalu mendidik agar anak-anak ini mempunyai masa depan cerah. Sehingga kami mengedepankan pendidikan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM),” ungkapnya.

Program pengembangan SDM, misalnya kegiatan ekstra untuk melatih anak-anak seperti kerajinan tangan, olahraga, teater, kolintang dan kawasaran/cakalele. YELLI PRISILIA

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Rumah Pengasih Awal Mula Panti Asuhan Nazaret

Read Next

Sampah Hiasi Sungai di Jalan Lingkar Barat

Leave a Reply