Anggaran KUR Rp190 Triliun
Ilustrasi.

Anggaran KUR Rp190 Triliun

FINANSIAL

JAKARTA, publikrpeport.com – Pemerintah, menurut Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) akan meningkatkan anggaran KUR (Kredit Usaha Rakyat) menjadi Rp190 triliun. Suku bunga juga diturunkan dari 7% diturunkan menjadi 6%. Dengan angka yang sangat besar ini, diharapkannya, bisa memberikan dampak yang signifikan bagi bergeraknya ekonomi rakyat khususnya usaha mikro, usaha kecil dan usaha menengah (UMKM).

Dengan plafon KUR yang semakin besar, jangan sampai tidak berdampak signifikan pada ekonomi, karena penyalurannya tidak tepat sasaran, tidak masuk pada sektor-sektor produktif, karena laporan yang diterimanya, penyaluran KUR lebih banyak ke sektor perdagangan. Ini yang harus kita geser, harus kita masukkan ke sektor-sektor produktif, terutama usaha mikro yang bergerak di sektor pertanian, dan untuk sektor pertanian saya lihat juga baru termanfaatkan 30% dari plafon yang ada,” tegas Jokowi pada Rapat Terbatas (Ratas) tentang Pelaksanaan Program Kredit Usaha Rakyat Tahun 2020, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin 09 Desember 2019.

Industri pengolahan mikro, kecil dan menengah, menurut Jokowi, juga baru termanfaatkan 40%. Sektor perikanan dan pariwisata juga serapannya juga masih rendah.

Saya kira inilah yang harus kita carikan titik sumbatnya ada di mana. Sehingga kita harapkan penyaluran KUR betul-betul bisa tepat sasaran dan bisa dinikmati oleh usaha-usaha UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah),” ujarnya, seraya mengatakan, apakah diperlukan sebuah skema KUR khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor-sektor yang ada, juga dengan grace period yang khusus menyesuaikan waktu produksinya, atau ditawakan skema KUR investasi dengan periode yang lebih panjang. Sehingga pinjaman KUR bagi pelaku UMKM bisa mengembangkan usahanya.

Para ratas tersebut, Jokowi mengungkapkan, apabila telah mendapatkan laporan adanya perbankan yang masih meminta syarat jaminan atau kolateral bagi penerima KUR, karena khawatir pinjaman macet.

Yang ini perlu saya koreksi, karena kita memerlukan pendampingan-pendampingan bagi UMKM, dan kita harapkan dengan pendampingan itu, mereka bisa naik kelas ke kelas yang lebih atas,” katanya.

Selain itu, Jokowi juga mengaku menerima laporan bahwa masih ada praktek bank pelaksana KUR yang hanya memindahkan dari kredit komersial ke KUR.

Praktek-praktek seperti ini yang tidak boleh terjadi. Sehingga KUR betul-betul disalurkan ke sektor-sektor produktif sehingga membuat UMKM kita bisa betul-betul naik kelas,” tegasnya. | DORANG

Leave a Reply