Ilustrasi, kebakaran lahan.
Ilustrasi, kebakaran lahan.

Antisipasi Kebakaran Lahan

AMURANG, publikreport.com – Musim kemarau ini membuat lahan perkebunan dan hutan di wilayah Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengalami kekeringan. Malah, beberapa titik lahan telah mengalami kebakaran, seperti di areal Bukit Sasayaban.

Mengantisipasi kebakaran lahan ini, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Minsel, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), FX Winardi Prabowo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas membakar lahan hutan dan perkebunan secara sembarangan.

Berbagai upaya preemtif dan preventif kita lakukan mengingat mudahnya terjadi kebakaran pada musim kemarau saat ini. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan, tidak sembarang melempar puntung rokok yang masih menyala,” kata Winardi.

Tindak lanjut dari imbauan ini, menurut Winadir, segera diaktifkan Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) di setiap desa/kelurahan untuk menjaga lahan perkebunan dan hutan sekitar. Jika ditemui adanya perlakuan semena-mena terhadap hutan semisal adanya pembakaran, pihaknya akan menindak tegas. Pasalnya kebakaran hutan merugikan masyarakat termasuk kerugian bagi pelaku pembakaran itu sendiri.

BACA JUGA: Lagi, Kebakaran di Bukit Sasayaban Amurang

BACA JUGA: Kebakaran Lahan di Km3 Amurang

BACA JUGA: Musim Kemarau, Kasdim: Waspadai Kebakaran

Sanksi tegas diberlakukan kepada para pelaku pembakaran hutan. Dan itu sudah jelas tertera dalam Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun dan denda Rp5 miliar,” bebernya.

Masyarakat, Winardi berharap, dapat bekerjasama guna mengantisipasi munculnya hal-hal yang dapat saja merugikan.

Diharapkan semua pihak peduli, agar tidak terjadi kebakaran yang lebih luas yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan hidup,” imbaunya. | RIO YANTO

Leave a Reply