Kios kerajinan anyaman bambu di Kinilow Tomohon Utara. (Foto: publikreport.com)
Kios kerajinan anyaman bambu di Kinilow Tomohon Utara. (Foto: publikreport.com)

Anyaman Bambu, Keahlian Turun-Temurun

Aktivitas Lokon Meningkat, Warga Biasa Saja

Nyiru (sosiru), menurut ayah tiga orang anak ini, adalah anyaman yang paling sulit dikerjakan.

“Lama karena harus dijahit lagi,” tuturnya.

Mengenai penghasilan, Andy mengaku tidak menentu. Tergantung dari banyaknya pengunjung yang mampir. Tak jarang dalam sehari tidak ada pengunjung yang datang membeli.

“Sejauh ini penghasilan terbanyak sekitar Rp200 ribu dalam sehari,” akunya.

Ayaman Bambu Kinilow, Destinasi Wisata di Tomohon

Kesulitan utama selama ia menjalani profesi ini, Andy mengungkapkan, adalah pemasaran hasil kerajinan. Karena lokasi kerajinan anyaman bambu Kinilow ada di jalan protokol Tomohon-Manado yang sempit, terkadang ada pembeli yang berniat mampir, namun tidak ada tempat parkir.

“Ada yang mampir membeli. Namun, karena takut macet sampai tidak jadi membeli,” ujarnya.

TIFF Tak Berpengaruh pada Florist

Untuk menambah penghasilan, Andy menambahkan, kerap ia membeli tungku hasil kerajinan Desa Pulutan Kecamatan Remboken Kabupaten Minahasa, untuk dijualnya lagi.

“Kami membeli dari sana. Atau terkadang mereka yang membawa kemari untuk dijual,” ujarnya. | YELLI PRISILIA

Leave a Reply