Aset Pemkab Minahasa di Langowan Ini dalam Kondisi Kritis
Kolam ikan yang kering milik Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Wale Ure, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). BBI ini merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Minahasa.

Aset Pemkab Minahasa di Langowan Ini dalam Kondisi Kritis

LANGOWAN, publikreport.com – Balai Benih Ikan (BBI) di Desa Wale Ure, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini dalam kondisi kritis. Kolam-kolam berbagai jenis ikan, seperti mujair, koi dan mas, di lokasi pengembangan dan budidaya ikan air tawar yang dikelola Dinas Kelautan dan Perikanan (DinKP) Kabupaten Minahasa ini yang luasnya lebih dari dua hektar, nampak mengalami penyusutan air sekitar 75 persen. Bahkan ada petak yang sudah kering kerontang.

Musim kemarau mengakibatkan air berkurang sampai 75 persen. Banyak petak yang sudah kering. Sampai saat ini sudah ada sekitar 100 ribu ekor ikan yang mati. Nilai kerugiannya diperkirakan pada kisaran Rp100 juta. Saat ini ada sekitar 50.000 ikan koi yang terancam mati. Disisi lain, biaya makanan yang sekitar Rp2 juta per bulan harus kami cari sendiri karena tidak ada anggaran dari DinKP Minahasa,” ungkap Kepala UPTD (Unit Pelaksaan Teknis Daerah) BBI Kecamatan Langowan Timur, Mario Pantouw.

Permasalahan yang dialami pengelola BBI, menurut Mario, bukan hanya penyusutan air saja. Tapi juga, pembeli benih ikan saat ini tidak ada.

Dikondisi krisis Air, harusnya ikan dijual. Tapi karena krisis air terjadi dimana-mana, sehingga pembeli benih ikan tidak ada. Karena itu, upaya penyelamatan sementara kami lakukan di petak khusus yang terlindung dari matahari dan ada suplai air memadai,” jelasnya.

Permasalahan lain, Mario melanjutkan, BBI ini juga terancam dengan aksi pencurian.

Kami selalu siaga, karena sewaktu-waktu ada pencuri yang berani masuk membobol petak ikan,” ungkapnya.