PUBLIKREPORT.com

Bangkitkan Rasa Memiliki Kota Tomohon

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Konklusi, bagaimana mungkin rasa memiliki terhadap Kota Tomohon bisa terimplementasikan, kalau yang menjadi pelaksana birokrasi bukan orang memahami Tomohon alias bukan Tou Muung”

Stefy E Tanor, Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon/Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia

TOMOHON, publikreport.com – Sejumlah elemen masyarakat Kota Tomohon menilai kepemimpinan di Kota Tomohon yang berotonom (‘pisah’ dari Kabupaten Minahasa) sejak tahun 2003 sudah mulai keluar dari cita-cita perjuangan pembentukan kota pada waktu itu. Fenomena ini terlihat dari kebijakan arah pembangunan akhir-akhir ini.

“Pemimpin di Kota Tomohon harus mengerti kultur dan nature Tomohon. Kesejahteraan masyarakat Kota Tomohon harus menjadi prioritas, karena ini merupakan landasan ketika Tomohon menjadi Kota Otonom,” tegas salah satu pejuang pembentukan Kota Otonom Tomohon, Stefy E Tanor, kepada publikreport.com.

Untuk itu Stefy meminta rasa memiliki Kota Tomohon harus dibangkitkan. Apa itu rasa memiliki (sense of belonging)?

Contoh sederhana, Stefy menjelaskan, rasa memiliki dengan menciptakan kebersihan, menjaga lingkungan dan konservasi sumber air, sadar wisata dengan berperilaku sopan dan ramah kepada setiap tamu yang datang, selalu berupaya inovatif, kreatif, mencari dan meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga, patuh dan tertibh te rhadap semua peraturan dan perundang-undangan, budaya kerja/rajin, bukan spekulatif dengan perjudian toto gelap (togel) Tomohon Kota Togel? dan lain-lain.

BACA JUGA: Kalimpesan, Mata Air atau Tempat Sampah?
BACA JUGA: Pengamat: Soal Mataair Kalimpesan, Itu Tanggung Jawab Pemkot

Sedangkan bagi pelaku usaha, swasta dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), Stefy melanjutkan, perilaku rasa memiliki terhadap Kota Tomohon yang diharpkan, misalnya rajin bayar pajak (pajak daerah/pusat), memperhatikan kesejahteraan karyawan, berusaha untuk selalu meningkatkan kepuasan pelanggan, memiliki tanggung jawab sosial dilingkungan di mana pelaku usaha itu berada dan lain sebagainya.

BACA JUGA: Bertahun-tahun RPH PD Pasar Tak Difungsikan
BACA JUGA: Pembantaian Anjing Jadi Sorotan, RPH Tak Bisa Difungsikan

Membangkitkan rasa memiliki terhadap Kota Tomohon juga diharapkan muncul dari lembaga sosial kemasyarakatan, keagamaan artinya dari tokoh masyarakat dan tokoh agama.

BACA JUGA: Diajak Mampir ke Pasar, Menteri: Pasar Ini Harus Dijaga Kebersihannya

‘Banyak indikator yang harus dilihat untuk membangkitkan rasa memiliki Kota Tomohon,” ujar Stefy duduk sebagai Sekretaris Panitia Pengarah (P2KT) Panitia Pembentukan Kota Tomohon.

BACA JUGA: Target PAD, Dirut: Rp 250 Juta Saja Berat

Bagi Pemerintah Kota Tomohon, Stefy menegaskan, harus memiliki, misalnya memperhatikan goals dari Pembentukan Kota Tomohon, pemerintah (sebagai administrator keadilan) harus adil terhadap rakyatnya, memperhatikan kepentingan rakyat dan para pelaku birokrasi orang Tomohon, mengerti dan mengisi apa yang dibutuhkan orang Tomohon (baik petani, pedagang di pasar dan pelaku usaha lainnya), memiliki sasaran yang jelas dan terukur dalam membangun kesejahteraan rakyat, selalu memberikan prioritas kepada segenap kemampuan rakyat Tomohon dalam hal berusaha, melakukan pelayanan birokrasi yang profesional dan masih banyak lagi.

“Ini masukan. Apalagi masih banyak yang Pemerintah Kota Tomohon belum lakukan,” nilai Stefy yang juga adalah Ketua Umum Investasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Indonesia.

BACA JUGA: TIFF, Ketua Umum Investasi UMKM: Stop Kegiatan Seremonial

Rasa memiliki Pemerinath Kota Tomohon terhadap Kota Tomohon yang paling substantif, Stefy memaparkan, harus dinyatakan dalam bentuk transparansi dan openes anggaran pembangunan kota. Mengapa? Karena disinilah rakyat dapat menilai RKPD (Rencana Pembangunan Pemerintah Daerah) dan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah).

“Dari transparansi dan openes anggaran Pemerintah Kota Tomohon, nantinya rakyat dapat menilai apakah pembangunan yang dijalankan berpihak pada rakyat atau tidak,” jelasnya.

BACA JUGA: Opini WTP Pemkot Tomohon Dinilai (Masih) Kurang Objektif

Jika Pemerintah Kota Tomohon transparan dan openes, Stefy mengatakan, rakyat dapat mengevaluasi kinerja pemerintah kota. Apakah kinerja pemerintah kota mengakomodir kepentingan rakyat yang setiap tahun diusulkan dalam Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan Daerah) tingkat kelurahan dan seterusnya, apakah janji walikota sudah sesuai visi dan misi ketika dibawakan pada kampanye berhasil diwujudkan atau tidak.

“Rasa memiliki terhadap Kota Tomohon dapat dilihat dari indikator-indikator ini. Wakil rakyat di DPRD Kota Tomohon juga harus lebih kritis dalam mengungkap transparansi dan openes anggaran pemerintah kota,” ungkapnya.

BACA JUGA: LPj Walikota Diterima Wakil Rakyat

“Konklusi, bagaimana mungkin rasa memiliki terhadap Kota Tomohon bisa terimplementasikan, kalau yang menjadi pelaksana birokrasi bukan orang memahami Tomohon alias bukan Tou Muung,” tambahnya. DORANG

BACA JUGA: Kompol Joice Wowor: Masih Ada Pungli di Tomohon
BACA JUGA: Kasus-kasus Pungli di Tomohon Belum ke Pengadilan
BACA JUGA: Aktor Kasus Dugaan Korupsi di DPPKBMD Kota Tomohon TA 2013 Belum Terkuak

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Lantik 37 Pejabat, Gubernur: Jabatan Adalah Kepercayaan

Read Next

Tak Diberi Uang, Anak Kejar Ibu Kandung Pakai Pisau

Leave a Reply