Kapuslapdik Kemendikbud, Abdul Kahar mengungkapkan tentang perpanjangan aktivitasi rekening penerima BSU PTK Non PNS 2020.
Kapuslapdik Kemendikbud, Abdul Kahar mengungkapkan tentang perpanjangan aktivitasi rekening penerima BSU PTK Non PNS 2020.

Bantuan Bagi PTK Non PNS, Aktivasi Rekening Diperpanjang Hingga 31 Juli 2021

PENDIDIKAN

JAKARTA, PUBLIKREPORTcom – Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Kapuslapdik) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Abdul Kahar mengungkapkan, penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Tahun 2020, masih dapat melakukan aktivasi rekening di bank hingga 31 Juli 2021.

“Ini sebagai upaya Kemendikbudristek untuk mengoptimalkan penyaluran kepada penerima bantuan yang masih mengalami kendala di masa pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Kami pandang perubahan ini perlu dilakukan, guna memberikan waktu kepada penerima bantuan untuk mengaktifkan rekening bantuan. Jadi, penerima BSU 2020 yang sampai saat ini belum mengaktivasi atau mencairkan dananya, masih dapat melakukan aktivasi rekeningnya paling lambat tanggal 31 Juli 2021,” ungkap Abdul, Kamis 08 Juli 2021.

Perpanjangan aktivitasi rekening ini, menurut Abdul, sebagaimana diatur dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 11 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 19 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Penyaluran Bantuan Pemerintah Subsidi Upah Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Penanganan Dampak Covid-19.

Kepada para kepala sekolah (kepsek) dan kepala perguruan tinggi, Abdul mengimbau, agar dapat memfasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan bukan PNS penerima BSU di lingkungannya supaya segera mencairkan bantuan sosial ini.

“Caranya sangat mudah. Rekeningnya sudah kami bantu buatkan, tinggal datang ke bank dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Surat Pernyataan Tanggungjawab Mutlak (SPTJM). Uangnya bisa diambil langsung semua, atau tetap disimpan di rekening, silakan saja. Segera dicek dan dicetak buku tabungannya,” jelasnya.

Untuk mencairkan bantuan, Abdul menjelaskan, pendidik dan tenaga kependidikan penerima BSU dapat menyiapkan dokumen sesuai informasi yang diberikan, yaitu KTP, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) jika ada, surat keputusan penerima BSU yang dapat diunduh dari Info GTK atau PDDikti. Selain itu, juga menyiapkan SPTJM yang formatnya dapat diunduh di laman Info GTK atau PDDikti, kemudian diberi materai, dan ditandatangani.

Setelah dokumen tersebut lengkap, penerima BSU dapat mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekeningnya dengan membawa dokumen yang dipersyaratkan dan menunjukkan ke petugas bank untuk diperiksa.

“Bapak/Ibu tidak perlu membuat, tinggal unduh dan cetak. Pada saat masuk ke laman tadi sudah bisa melihat bank apa, kemudian nomor rekeningnya juga sudah ada. Jadi langsung ke bank, tunjukan itu dan langsung dilayani,” katanya.

Para pendidik dan tenaga kependidikan yang berhak menerima BSU, Abdul menyerukan, untuk segera membuka aplikasi di info.gtk.kemdikbud.go.id/ dan bsudikti.kemdikbud.go.id. Kemudian, setelah mengunduh dan mencetak SPTJM bisa datang ke bank, dan mengaktifkan rekening buku tabungan untuk bisa mencairkan dana BSU.

“Masih ada waktu nih Bapak/Ibu penerima BSU, ayo segera cek aplikasi di Info GTK dan PDDikti, datang ke bank, dan aktifkan rekening buku tabungan BSU sebelum tanggal 31 Juli 2021,” imbaunya.

Data calon penerima BSU, Abdul mengatakan, diambil dari data per 30 Juni 2020. Kemudian dipadankan dengan data penerima bantuan sosial pemerintah melalui BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) dan Pra kerja Ketenagakerjaan sehingga menghindari tumpang tindih penyaluran bantuan. Lalu mulai disalurkan pada bulan November 2020 melalui bank di bawah Himpunan Bank-bank Negara (Himbara). | DORANG

Leave a Reply