PUBLIKREPORT.com

Banyak Proyek Diduga Bermasalah di Tomohon

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN:

Penggusuran ternyata hanya butuh waktu tiga hari. Dan pekerjaan sudah selesai. Sangat kecil dibanding nilai proyek yang berjumlah Rp199 juta”

Noldy Kaparang, Perangkat Kelurahan Lahendong.

***

Apa gunanya bangunan embung di tengah sawah kering? Disitu tanpa aliran air dari sumber air hidup yang kemudian ditampung untuk dialirkan kepersawahan”

Otniel Manopo, warga Kelurahan Kakaskasen III.

TOMOHON, publikreport.com – Warga menduga banyak proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang bermasalah di Kota Tomohon.

Contohnya, bangunan embung di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon yang dibangun dengan anggaran berbandrol sekitar Rp1 miliar yang dikerjakan CV Yakin.

Apa gunanya bangunan embung di tengah sawah kering? Disitu tanpa aliran air dari sumber air hidup yang kemudian ditampung untuk dialirkan kepersawahan,” kata salah satu warga Kelurahn Kakaskasen III, Otniel Manopo beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: Proyek Air Bersih DinPUPR Dikeluhkan Warga

Embung dibangun/berada dibelakang rumah kediaman salah satu anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Tomohon itu, menurut Otniel, pagu anggarannya diduga tidak sesuai dengan kondisi bangunan.

Lihat sendiri, pekerjaan yang menyolok hanya pada dinding beton yang tidak seberapa tinggi. Jika dihitung kasar, termasuk keseluruhan nilai bangunan pendukung lainnya, dana yang digunakan diduga tidak lebih dari setengah anggarannya,” nilainya.

BACA JUGA: Aset Terlantar, Warga Berharap Kepolisian dan Kejaksanan Lakukan Penyelidikan
BACA JUGA: Wisatawan Jerman: Tomohon Tidak Terlihat Sebagai Kota Bunga

Proyek lain yang disorot warga adalah pembangunan Jalan Zano Riri di Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Proyek yang anggarannya bersumber dari program aspirasi masyarakat (asmara) berbandrol Rp199 juta ini disinyalir ada kejanggalan dalam pekerjaannya.

Pekerjaannya cuma penggusuran jalan sepanjang 600 meter. Tapi sebelumnya, 300 meter diantaranya sudah pernah dikerjakan. tapi sudah mengalami kerusakan,” kata Noldy Kaparang salah satu perangkat kelurahan setempat yang mengaku ditugaskan lurahnya untuk mengontrol proyek itu.

BACA JUGA: Masih Banyak Pustu/Poskesdes yang Terbengkalai
BACA JUGA: Karyawan Ratusan Orang, RSUD Anugerah Minim Pasien dan Alkes

Karena menilai proyek itu ada kejanggalan, Noldy mengaku sudah berbicara dengan operator alat berat yang melakukan penggusuran. Operator itu mengatakan, mereka sudah mendapat bayaran Rp40 juta untuk penggusuran.

Penggusuran ternyata hanya butuh waktu tiga hari. Dan pekerjaan sudah selesai. Sangat kecil dibanding nilai proyek yang berjumlah Rp199 juta,” bebernya, seraya mengungkapkan apabila hasil penilaiannya ini sudah lama ingin disuarakannya.

BACA JUGA: Inspektur Tomohon: Apakah Kalian Sudah Dikontrak di Humas?

Inspektur Kota Tomohon, Max Mentu kepada sejumlah wartawan, Kamis 03 Oktober 2019, yakin apabila semua proyek di Kota Tomohon terlebih tahun 2018, sudah dikerjakan dengan baik. JOPPY  JW

BACA JUGA: Inspektorat: Proyek Jalan Taratara-Pinaras Tak Ada Masalah
BACA JUGA: EMAS yang Tak Berkilau

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Proyek Air Bersih, Inspektur: Air PDAM Berjalan Disana

Read Next

Aniaya Ayahnya Jef Diamankan Polisi

Leave a Reply