sampah plastik banyak berserakan di pantai, Pelabuhan Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). (Foto: zonautaracom)
sampah plastik banyak berserakan di pantai, Pelabuhan Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). (Foto: zonautaracom)

Banyak Sampah Plastik di Laut, Aktivis Geram

SITARO, publikreport.com – Sampah plastik banyak berserakan di pantai, Pelabuhan Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Hal itu menuai reaksi keras dari para pencinta lingkungan. Sampah plastik tersebut diduga merupakan sampah di kapal yang sengaja dibuang crew ke laut.

Anita Liemsela, pemerhati lingkungan, mengatakan kekesalanya karena aksi itu. Dia meminta, agar pelaku yang membuang sampah dapat diberi sanksi tegas.

“Kalau benar sampah itu ulah dari crew kapal, maka itu parah dan sangat disayangkan. Sepertinya perlu ada sanksi tegas bagi pemilik kapal. Dan perlu adanya peraturan yang mengatur bagi yang buang sampah di laut harus dihukum denda atau fisik,” kata Anita kepada wartawan Zona Utara.

Dia berharap, adanya kerja sama dari pihak Syahbandar Pelabuhan Ulu Siau untuk menangani masalah tersebut dan meminta crew dan penumpang kapal agar tidak lagi membuang sampah ke laut.

“Harapan saya bagi penumpang dan crew kapal agar bersama sama menjaga keindahan laut dengan tidak membuang sampah ke laut,” ungkapnya.

BACA JUGA: Indonesia Serukan Penanganan Sampah Plastik di COP 23

BACA JUGA: Plastik Jadi Busana Ciamik, Lihat di Jakarta Fashion Week

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sitaro Eddy Salindeho ketika konfirmasi melalui telepon genggamnya mengatakan, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan kepada crew kapal agar tidak membuang sampah plastik ke laut. Karena itu akan berdampak tidak baik bagi dunia pariwisata dan terutama untuk peningkatan kunjungan wisatawan di Kabupaten Sitaro.

“Sudah berulang kali kami mengingatkan agar jangan buang sampah di laut. Dampak negatif dari sampah akan membuat image negative dari wisatawan. Kalau tidak diubah akan berdampak pada berkurangnya minat wisatawan,” ujarnya, Sabtu 18 November 2017.

Dia berharap, akan ada ketegasan dari pihak Syahbandar Pelabuhan Ulu Siau. | ZONAUTARA.com

Leave a Reply