PUBLIKREPORT.com

Besok, Kaka Slank Live Acoustic di Bitung

Diundang Sekolah Lingkungan Bitung untuk kampanyekan keselamatan lingkungan yang didukung Pemerintah Kota Bitung dan Yayasan Suara Pulau.

BITUNG, publikreport.com – Kaka, salah satu personil grup band Slank, Sabtu 08 Juni 2019, besok, bakal hadir di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Slank diundang Sekolah Lingkungan Bitung yang didukung penuh Pemerintah Kota Bitung bersama Yayasan Suara Pulau untuk mengkampanyekan pentingnya pelestarian lingkungan dan kehidupa laut, khususnya di wilayah laut dan kepulauan seputar Sulut, khususnya di Kota Bitung. Slank bakal hadir dalam musik akustik dan diskusi kelestarian lingkungan dan kehidupan laut untuk program bersama alam bersama Kaka, personil grup band Slank.

Kegiatan ini, menurut Bagian Administrasi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Bitung, adalah bentuk gerakan kelompok masyarakat pelestari lingkungan dan kehidupan laut bersama pemerintah sebagai jawaban atas meningkatnya ancaman pemanasan global, ekspansi kegiatan ekstraktif di pulau-pulau sekitar Sulut, khususnya Bitung, serbuan sampah plastik, gaya hidup tidak ramah lingkungan, dan sekaligus wadah edukasi bagi masyarakat dan generasi muda untuk melestarikan lingkungan dan kehidupan laut.

Diperlukan upaya edukasi dan penyadartahuan yang berkelanjutan bagi masyarakat generasi muda dan pemerintah untuk bersama-sama menyelamatkan lingkungan dan kehidupan laut di Sulut dan sekitarnya. Salah satunya dengan kegiatan penggalangan dana pendidikan belajar bersama alam melalui Live Acoustic dan Talk Show bersama Kaka Slank,” jelas Ulva Takke, pendiri Yayasan Suara Pulau.

Walikota Bitung, Maximiliaan Jonas Lomban mengatakan, salah satu komitmen Kota Bitung menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan laut bersama elemen masyarakat khususnya generasi muda.

Kami sangat antusias dan mendukung kegiatan seperti ini,” ucapnya.

BACA JUGA: Kaka Slank: Jangan Rusak Lingkungan

Kepala Sekolah Lingkungan Bitung, Khouni Lomban-Rawung menjelaskan, sekolah adalah salah satu sarana paling ampuh untuk mendidik generasi muda agar lebih memahami pentingnya kelestarian lingkungan dan kehidupan laut melalui bahan ajar yang aktual dan dapat diterapkan langsung di kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Inisiasi dibentuknya Sekolah Lingkungan Kota Bitung, pada April 2017, Khouni melanjutkan, dengan tujuan untuk mengedukasi, mensosialisasikan dan mengadvokasi tentang pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan untuk anak cucu yang dimulai sejak dini. Sekolah Lingkungan Kota Bitung, memiliki lima bidang, yakni Sekolah Hutan, Sekolah Sungai, Sekolah Laut, Sekolah Gunung, Sekolah 5 Bersih (darat, laut, bawah tanah, udara dan personal, termasuk Aparatur Sipil Negara – ASN).

Dengan adanya sekolah lingkungan, Khouni mengharapkan, dapat menghasilkan anak-anak Bitung yang mencintai lingkungan serta memiliki rasa tanggung jawab atas kelestarian lingkungan yang ada di sekitar mereka. Hal ini harus ditanamkan sejak usia dini, sehingga menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan yang baik dan benar kepada anak-anak.

Ujungnya adalah perubahan pola pikir dan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan untuk mereka yang nantinya akan jadi pemimpin masa depan dan warga negara yang lebih baik,” tegasnya.

BACA JUGA: Nataru, Masyarakat Diimbau Tak Menyediakan Santapan Hewan Dilindungi

Pendiri Yayasan Suara Pulau, Ulva Takke melanjutkan, berdasarkan data yang dikeluarkan pemerintah pusat, Provinsi Sulut memiliki 283 pulau bernama. Hal ini menunjukkan besarnya tantangan dan peluang yang dihadapi bersama terkait masa depan pengelolaan pulau-pulau itu. Maka dari itu, Yayasan Suara pulau kerap menggaungkan pentingnya kelestarian lingkungan dan kehidupan di pulau-pulau tersebut melalui gerakan pendidikan lingkungan dan partisipasi masyarakat pulau.

Data di atas menunjukkan bahwa masih dan akan terus diperlukan upaya besar untuk melestarikan lingkungan dan kehidupan laut di pulau-pulau tersebut, termasuk dari ancaman serius kegiatan ekstraktif di pulau-pulau yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) mineral seperti biji besi dan nikel,” sambungnya.

BACA JUGA: Kaka Slank Serukan Pemulihan Lingkungan di Pulau Bangka Sulut

 

CHRISTIAN GLEN

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Kaka Slank: Jangan Rusak Lingkungan

Read Next

Rumah Milik Sintje yang Ditinggali Alex, Terbakar

Leave a Reply