Ilustrasi.
Ilustrasi.

Biaya Jual Beli Tanah

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Dalam hal ini, orang tua Anda bertindak sebagai pembeli tanah dan bangunan. Berikut beberapa biaya yang dikenakan kepada pembeli tanah dan bangunan, antara lain:

Honorarium Pejabat Pembuat Akta Tanah

Perlu kami luruskan bahwa yang membuat akta jual beli terkait tanah adalah Pejabat Pembuat Akta Tanah (“PPAT”). PPAT adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta-akta otentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah atau Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun. Ini sebagaimana disebutkan dalam Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1998 tentang Peraturan Jabatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (“PP 24/2016”).

Uang jasa (honorarium) PPAT, termasuk uang jasa (honorarium) saksi tidak boleh melebihi 1% (satu persen) dari harga transaksi yang tercantum di dalam akta.[1] Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dikenakan sanksi administrasi.[2]

Jadi pada dasarnya honorarium PPAT tergantung dari masing-masing PPAT, akan tetapi tidak boleh melebihi 1% (satu persen) dari harga transaksi yang tercantum di dalam akta.

Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan

Perlu diketahui bahwa dalam hal orang tua Anda mau membeli tanah dan bangunan, maka biaya yang dikenakan terhadap orang tua Anda sebagai pembeli adalah Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (“BPHTB”).

Aturan mengenai BPHTB dapat dilihat dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (“UU 28/2009”) serta peraturan masing-masing daerah, misalnya di DKI Jakarta diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 18 Tahun 2010 tentang Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (“Perda DKI Jakarta 18/2010”).

BPHTB adalah Pajak yang dikenakan atas perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.[3] Objek Pajak BPHTB adalah Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan.[4] Sedangkan yang menjadi Subjek Pajak BPHTB adalah orang pribadi atau badan yang memperoleh hak atas tanah dan/atau bangunan.[5] Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan tersebut salah satunya adalah melalui pemindahan hak karena jual beli.[6]

Leave a Reply