Ilustrasi.
Ilustrasi.

Biaya Jual Beli Tanah

Tarif BPHTB ditetapkan paling tinggi sebesar 5% (lima persen).[7] Tarif BPHTB ditetapkan dengan Peraturan Daerah.[8] Untuk di DKI Jakarta, berdasarkan Perda DKI Jakarta 18/2010, tarif BPHTB ditetapkan sebesar 5% (lima persen).[9]

Dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Objek Pajak.[10] Dalam hal jual beli, Nilai Perolehan Objek Pajak adalah harga transaksi.[11] Apabila Nilai Perolehan Objek Pajak (nilai transaksi) tidak diketahui atau lebih rendah daripada Nilai Jual Objek Pajak (“NJOP”) yang digunakan dalam pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan pada tahun terjadinya perolehan, dasar pengenaan yang dipakai adalah NJOP Pajak Bumi dan Bangunan.[12]

Cara Menghitung BPHTB[13]

Tarif BPTHB x (Nilai Transaksi/NJOP – Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak)

Besaran Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (“NPOPTKP”) ditetapkan sebagai berikut:[14]

  1. besaran Rp 80 juta untuk setiap Wajib Pajak; dan
  2. besaran Rp 350 juta untuk Waris dan Hibah Wasiat.

Pengenaan 0% Atas BPHTB di DKI Jakarta

Perlu diketahui bahwa ada pengenaan 0% atas BPHTB terhadap perolehan hak untuk pertama kali meliputi pemindahan hak dan pemberian hak baru, sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 126 Tahun 2017 tentang Pengenaan 0% (Nol Persen) Atas Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Terhadap Perolehan Hak Pertama Kali Dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Sampai dengan RP2.000.000.000,00 (Dua Miliar Rupiah) (“Pergub DKI Jakarta 126/2017”).

Pemindahan hak tersebut karena:[15]

  1. jual beli;
  2. hibah
  3. hibah wasiat; atau
  4. waris

Leave a Reply