You are currently viewing Bisakah Indonesia Kurangi Sampah Plastik hingga 70 Persen pada 2025?
Sampah yang mengotori laut merupakan salah satu ancaman nyata kehidupan Coelacanth. (Foto: Christopel Paino/Mongabay Indonesia)

Bisakah Indonesia Kurangi Sampah Plastik hingga 70 Persen pada 2025?

https://publikreport.com [responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Play”]

Upaya Pemerintah Indonesia untuk terus mengurangi sampah plastik di lautan sampai 70 persen pada 2025 terus dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya, adalah dengan menggandeng sejumlah pihak dari kalangan pebisnis, kelompok masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan lokal yang dibentuk melalui kemitraan aksi plastik global atau Global Action Plastic Partnership (GPAP).

Pembentukan kemitraan itu diinisiasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kemitraan itu dibentuk untuk menanggulangi pencemaran plastik yang ada di lautan, dan juga daratan yang menjadi sumber utama produksi sampah plastik.

Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan dengan kemitraan upaya pengurangan sampah plastik di lautan Indonesia bisa semakin mudah dilakukan. Termasuk, pengurangan limbah padat hingga 30 persen dan pengelolaan limbah padat hingga 70 persen pada 2025 mendatang.

Ini memang masuk dalam rencana aksi nasional (RAN) Indonesia yang termasuk ambisius. Tapi, ambisius untuk kebaikan,” ungkapnya di Jakarta, pekan lalu.

Luhut mengatakan, jika kerja dalam kemitraan bisa diwujudkan, maka di masa mendatang, generasi penerus bangsa Indonesia akan mendapatkan lautan yang lebih baik, terlindungi dari pencemaran, dan sumber daya ikan yang semakin melimpah.

Anak dan cucu kita dapat menikmati air yang segar, bebas dari pencemaran plastik di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Dengan terus mengurangi limbah sampah di laut dan daratan, Luhut optimis generasi Indonesia di masa mendatang secara perlahan akan terbebas dari stunting, yaitu kondisi fisik seseorang yang kerdil dan keterbelakangan intelegensia akibat mengonsumsi ikan yang sudah terkontaminasi mikro plastik dari lautan.

Dampak negatif yang sudah mulai terlihat di masa sekarang tersebut, menurut Luhut, harus dihentikan karena itu akan mengancam keberlanjutan bangsa Indonesia di masa mendatang.

Publik-Swasta

Leave a Reply