You are currently viewing Bisakah Menuntut Dokter Jika Pasien Tidak Sembuh Total?
Ilustrasi.

Bisakah Menuntut Dokter Jika Pasien Tidak Sembuh Total?

Anak saya usia 15 tahun pernah operasi di salah satu RS di Bali atas penyakit getah bening di leher (Pembengkakan di leher). Namun setelah sekitar sebulan pasca operasi suara anak saya tidak normal,alias serak. Dan pihak RS mengatakan sekitar 1 bulan suaranya normal,namun sampai saat ini belum normal.
Langkah hukum apa yang bisa saya ambil jika ingin menggugat pihak RS?
Terima kasih.

Jawaban:

Pada dasarnya, setiap orang mempunyai hak dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (“UU Kesehatan”).

Perlu Anda ketahui bahwa berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (“UU Praktik Kedokteran”), rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh dokter dan dokter gigi terhadap pasien dalam melaksanakan upaya kesehatan disebut dengan praktik kedokteran.

Praktik kedokteran tersebut diselenggarakan berdasarkan pada kesepakatan antara dokter atau dokter gigi dengan pasien dalam upaya untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit, peningkatan kesehatan, pengobatan penyakit dan pemulihan kesehatan (Pasal 39 UU Praktik Kedokteran).

Pada dasarnya setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan (Pasal 45 ayat (1) UU Praktik Kedokteran). Persetujuan diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap (Pasal 45 ayat (2) UU Praktik Kedokteran). Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat diberikan baik secara tertulis maupun lisan (Pasal 45 ayat (4) UU Praktik Kedokteran).

Penjelasan tersebut sekurang-kurangnya mencakup (Pasal 45 ayat (3) UU Praktik Kedokteran):

  1. diagnosis dan tata cara tindakan medis;
  2. tujuan tindakan medis yang dilakukan;
  3. alternatif tindakan lain dan risikonya;
  4. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi; dan
  5. prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.

Leave a Reply