Ilustrasi.
Ilustrasi.

Bisakah Menuntut Jika Si Cowok Tak Mau Menikahi Putri Kami?

Anak kami melakukan hubungan badan di rumah kami, mereka berdua masih duduk di bangku SMA, dan melakukan beberapa kali, tetapi tidak sampai hamil. Mereka melakukan ketika kami sedang tidak ada di rumah. Si cewek yang selalu datang ke tempat cowoknya. Saya sebagai orang tua, apakah bisa menuntut si cowok kalau dia tidak mau menikahinya?
Bagaimana cara mengajukan tuntutan secara hukum (kalau memang bisa menuntut)?
Terima kasih atas informasinya.

Jawaban:

Artikel di bawah ini adalah pemutakhiran dari artikel dengan judul sama yang dibuat oleh Adi Condro Bawono, S.H., M.H. dan pertama kali dipublikasikan pada Kamis, 02 Februari 2012.

Intisari:

Anda menyebutkan bahwa mereka masih duduk di bangku SMA, maka kami asumsikan putri Anda dan pacarnya masih berusia sekitar 15 sampai 18 tahun (tergolong anak).

Perlu diketahui bahwa perkawinan harus disetujui oleh kedua belah pihak yang melangsungkan perkawinan tersebut, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Jadi, tiada seorangpun dapat dipaksa atau memaksa orang lain untuk menikah. Karena itu, Anda sebagai orang tua juga tidak dapat menuntut atau memaksakan seorang anak laki-laki untuk menikahi putri Anda, meskipun dengan alasan atau kondisi seperti yang Anda jelaskan.

Sebagai upaya terakhir, jika putri Anda belum berusia 18 tahun, Anda dapat menempuh jalur pidana yaitu dengan melaporkan si laki-laki kepada kepolisian atas dasar dugaan tindak pidana persetubuhan dengan anak sebagaimana disebut dalam Pasal 76D Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Penjelasan lebih lanjut dapat Anda simak dalam ulasan di bawah ini.

Ulasan:

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Perkawinan Harus Persetujuan Kedua Belah Pihak

Leave a Reply