Bisnis Kuliner di Masa Pandemi
Ilustrasi. (foto: shutterstock/okezonecom)

Bisnis Kuliner di Masa Pandemi

Keterampilan dalam membangun bisnis kuliner sangat dibutuhkan. Generasi muda yang ingin berkecimpung mengembangkan usaha kuliner diajak untuk terampil dan mandiri.

Apalagi di masa pandemi, banyak cara dilakukan orang untuk mencari pendapatan. Salah satunya merintis usaha kuliner ini.

Belum lagi Ramadan ini, menjadi ajang untuk orang-orang mencoba-coba jualan makanan. Harapannya juga laris manis dan disukai banyak orang.

Masak

Perwakilan Mondelez Indonesia Nadiasari Wahyuhardini mengatakan, keterampilan baru dalam dunia usaha kuliner bisa dimiliki oleh siapa saja. Generasi muda, utamanya, harus kreatif dan bereksperimen.

“Bisnis di industri makanan ringan yang saat ini tumbuh pesat di kawasan Asia Tenggara,” ucapnya saat webinar Mondelez International The Leading Edge Business Challenge.

Ini merupakan kesempatan berharga bagi generasi muda. Mereka bisa menyalurkan rasa keingintahuan, mengembangkan pola pikir, ide-ide baru dan kebebasan dalam bereksperimen.

“Nantinya, ide dan solusi bisa menjawab berbagai tantangan yang ada,” kata Nadiasari.

Chef Arnold Poernomo memberikan tips ampuh menjalankan bisnis kuliner di masa pandemi Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) ini. Menurut juri MasterChef Indonesia tersebut, selain cita rasa hidangan yang disajikan harus unggul, pengemasannya juga wajib mengutamakan kebersihan dan kesehatan.

Chef Arnold menilai packaging higienis produk kuliner menjadi hal yang penting di masa pandemi. Dengan demikian konsumen akan lebih yakin menyantap kuliner yang disajikan.

“Setiap brand memiliki identitas sendiri dan selama pandemi ini mungkin lebih beradaptasi bagaimana kita menyajikan packaging higienis secara kebersihan, kesehatan,” ungkapnya.

Di masa pandemi ini, Chef Arnold menyarakan, para pelaku usaha kuliner harus tetap menjaga hubungan dengan konsumen. Meskipun, interaksi kini lebih sering dilakukan secara virtual memanfaatkan teknologi.

“Selama pandemi, walaupun semuanya virtual atau digital, setiap bisnis F&B kita relationship ke konsumen itu lebih dekat. Kita bisa berikan ekstra dan lain-lain,” pungkasnya. | OKEZONE.com

Tinggalkan Balasan