Donald Trump Jr, anak tertua kandidat presiden AS Donald Trump menghadiri konvensi nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, AS. 18 Juli 2016). (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)
Donald Trump Jr, anak tertua kandidat presiden AS Donald Trump menghadiri konvensi nasional Partai Republik di Cleveland, Ohio, AS. 18 Juli 2016). (Foto: Reuters/Jonathan Ernst)

Bagaimana WikiLeaks Memuluskan Jalan Trump ke Gedung Putih?

KELUARGA Trump kembali bikin geger Amerika. Kali ini bukan sang presiden rambut oranye – dengan segala ejekannya tentang Korea Utara – melainkan putra tertuanya, Donald Trump Jr. yang menjadi atensi pemberitaan. Pada Senin 13 November 2017 lalu, The Atlantic merilis serangkaian pesan pribadi antara Trump Jr, dengan WikiLeaks melalui pesan pribadi di Twitter. Pertukaran pesan itu dilakukan selama dan setelah pemilihan presiden Amerika pada 2016 dan telah dikonfirmasi Trump Jr.

Percakapan kedua belah pihak meliputi permintaan WikiLeaks akan informasi pajak penghasilan Donald Trump Sr., desakan agar Trump mengkampanyekan bahwa pemilu telah dicurangi pada hari pemungutan suara, sampai permintaan Julian Assange agar supaya diangkat sebagai sebagai duta besar Australia untuk AS.

Pengacara Trump, Alan S. Futerfas menyatakan akan menunggu kesempatan yang tepat untuk menanggapi kebocoran dokumen tersebut. “Kami tidak bermasalah dengan dokumen yang beredar tersebut dan pertanyaan-pertanyaan seputar dokumen itu bisa diajukan di forum yang tepat,” tambahnya seperti dilansir The New York Times. Julian Assange, pendiri WikiLeaks, mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut.

Salinan percakapan tersebut sedianya sudah diserahkan kepada Kongres untuk ditindaklanjuti sebagai bagian dari investigasi terhadap campur tangan Rusia dalam kampanye dan pemilihan presiden Amerika pada 2016. Seruan kepada Kongres untuk meminta Trump bersaksi secara terbuka perihal intervensi Rusia juga meningkat.

Washington menuduh Kremlin terlibat upaya meningkatkan peluang kemenangan Donald Trump seraya menurunkan elektabilitas saingannya dari Partai Demokrat, Hillary Clinton dalam pemilu 2016. Selain itu, bocornya pesan Trump turut meyakinkan dinas intelijen AS bahwa WikiLeaks punya andil dalam campur tangan Rusia dengan menyebar informasi yang diperoleh dari hasil peretasan.

Para analis menyebutkan, reputasi keluarga Trump dipertaruhkan dengan bocornya percakapan Trump-WikiLeaks. Publik tentunya masih ingat pada Juni 2016, Trump mengadakan pertemuan dengan Natalia Veselnitskaya, pengacara yang memiliki koneksi kuat dengan Jaksa Agung Rusia. Pertemuan tersebut disinyalir membahas strategi untuk melemahkan Clinton yang kelak mengundang penyelidikan tentang dugaan hubungan Rusia dengan Trump.

Masih dari sumber New York Times, Mark Warner, petinggi Partai Demokrat di Komite Intelijen Senat menjelaskan apabila pesan tersebut terbukti benar, maka “ada satu lagi contoh bagaimana Rusia, agen Rusia—dalam hal ini WikiLeaks—berupaya mengontak pejabat senior di Organisasi Trump maupun kampanyenya.”

Bernilaikah dokumen?

Atlantic melaporkan kontak langsung pertama antara Trump Jr. dan WikiLeaks terjadi pada 20 September 2016. Saat itu WikiLeaks mengirim pesan ke akun Twitter Trump Jr tentang munculnya laman-laman anti-Trump, putintrump.org. Trump Jr. membalas: “Off the record, entah siapa ini, tapi aku bisa cari tahu.”

Beberapa hari setelahnya, tepatnya pada 3 September—satu hari sebelum WikiLeaks mengumumkan peretasan 20 ribu email Kongres Nasional Demokratik Nasional—sebuah pesan masuk ke akun Trum Jr. berbunyi: “Hiya. Akan sangat bagus jika kalian bisa mengomentari atau meramaikan cerita ini.” Trump Jr. lantas membalas, “Sudah dilakukan tadi. Dahsyat betul apa yang dia [Hillary Clinton] bawa.” Tak lama berselang, Trump Jr. kembali bertanya: “Ada apa di balik bocoran Rabu yang terus saya baca ini?”

Balasan ke Trump Jr. datang agak lama. Pada 12 Oktober ia menerima pesan:“Hei Donald, senang melihatmu dan ayahmu membicarakan publikasi kami.” WikiLeaks menambahkan, “Alangkah baiknya jika ayahmu menyertakan tautan ini saat me-mention kami.” Dalam pesannya, WikiLeaks menambahkan tautan ke email ketua tim kampanye Clinton, John Podesta, yang telah diretas.

Leave a Reply