Lesbian dan Gay Association (LSVD) protes atas ketimpangan undang-undang adopsi di depan Kanselir Federal di Berlin, Jerman (22/5). Meskipun homoseksual telah bisa mengadopsi anak di Jerman selama beberapa tahun, namun pasangan sesama jenis tidak dapat mengadopsi. (Foto: Athanasios Gioumpasis/Getty Images)
Lesbian dan Gay Association (LSVD) protes atas ketimpangan undang-undang adopsi di depan Kanselir Federal di Berlin, Jerman (22/5). Meskipun homoseksual telah bisa mengadopsi anak di Jerman selama beberapa tahun, namun pasangan sesama jenis tidak dapat mengadopsi. (Foto: Athanasios Gioumpasis/Getty Images)

Turki Resmi Larang Pertunjukan LGBT

ANKARA, publikreport.com – Ankara, ibukota Turki akhirnya mengeluarkan larangan pertunjukan publik seperti film maupun pameran yang berhubungan dengan isu lesbian, gay, biseksual, dan transjender atau LGBT. Isu ini dianggap sensitif bagi publik.

Larangan itu resmi dikeluarkan Kantor Gubernur Ankara, Minggu, 19 November 2017.

“Dimulai dari tanggal 18 November 2017, memperhatikan sensitivitas publik, acara seperti LGBT… di bioskop, teater, panel, wawancara, pameran, dilarang hingga pemberitahuan selanjutnya untuk memberikan rasa damai dan aman,” demikian isi pemberitahuan Kantor Gubernur Ankara seperti dikutip dari Reuters.

Sebelum larangan ini dikeluarkan, aparat di Ankara telah melarang pemutaran festival film gay Jerman pada Rabu lalu. Larangan dikeluarkan sehari sebelum acara festival dimulai.

BACA JUGA: Ups, Tertangkap Seks dengan Pria, Legislator AS Anti-LGBT Mundur

Alasan larangan itu adalah demi keamanan publik dan resiko terorisme.

Upaya pelarangan terhadap aktivitas LGBT membuat prihatin para aktivis HAM. Menurut mereka, kemerdekaan sipil di masa pemerintahan Presiden Recep Tayyib Erdogan semakin terbatas.

Tidak seperti negara-negara muslim, homoseksual bukan kejahatan di Turki. Namun akhir-akhir ini meluas sikap permusuhan terhadap homoseksualitas. | TEMPO.co

Leave a Reply