General Dynamic membangun 77 tank M1A2 untuk angkatan darat Amerika Serikat, 315 tank untuk Saudi Arabia, dan 218 untuk Kuwait. Amerika Serikat memodernisasi 600 tank M1 menjadi M1A2 antara 1996 dan 2001. pengimiman tank M1A2 mulai 1998. Modernisasi yang terlihat secara fisik dari luar adalah desain ulang Commander's Weapon Station (CWS) dan Commander's Independent Thermal Viewer (CITV) di sisi kiri turet. (Foto: Military)
General Dynamic membangun 77 tank M1A2 untuk angkatan darat Amerika Serikat, 315 tank untuk Saudi Arabia, dan 218 untuk Kuwait. Amerika Serikat memodernisasi 600 tank M1 menjadi M1A2 antara 1996 dan 2001. pengimiman tank M1A2 mulai 1998. Modernisasi yang terlihat secara fisik dari luar adalah desain ulang Commander's Weapon Station (CWS) dan Commander's Independent Thermal Viewer (CITV) di sisi kiri turet. (Foto: Military)

Kuwait dan Negara Teluk Tolak Normalisasi Hubungan dengan Israel

KUWAIT, publikreport.com – Kuwait menjadi tuan rumah sejumlah negara Teluk menggelar konferensi anti-normalisasi hubungan dengan Israel, negeri yang dianggap sebagai musuh bersama.

Konferensi yang diorganisir oleh BDS Movement di Teluk, Jumat, 17 November 2017, itu mengambil tajuk Sikap anti-normalisasi terhadap Israel.

“Para peserta akan membawakan kertas kerja yang isinya mengenai bentuk kriteria normalisasi, perlawanan terhadap normalisasi dan bahayanya normaliasi. Mereka juga akan menyampaikan mengenai aspek legal dan resistensinya,” tulis Middle East Monitor.

Para panelis dalam konferensi tersebut juga akan mendiskusikan mengenai strategi boikot, termasuk konsep dan pengaruhnya.

Pengalaman Afrika Selatan akan menjadi sorotan juga dalam pertemuan Negara Teluk tersebut, termasuk gerakan di Amerika, isu Palestina dan pelanggaran Zionis terhadap hak pekerja Palestina.

Konferensi yang disponsori oleh Dewan Nasional Kuwait ini seperti bertolak belakang dengan sikap Arab Saudi yang diwakili oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Calon pewaris tahta Kerajaan Arab Saudi itu dikabarkan telah melakukan kunjungan ke Israel.

Meskipun lawatan yang dilakukan pada September 2017 tersebut dibantah Arab Saudi, namun sejumlah media dan pejabat senior di Israel membenarkan Mohammed bin Salman ke Tel Aviv untuk bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. | TEMPO.co

Leave a Reply