Sofian (29), warga Lingkungan VI Kampung Loyang, Girian Atas, Kota Bitung, sangat mahir memilih dan membesihkan ikan untuk diasapi menjadi ikan cakalang fufu. (Foto: zonautara.com).
Sofian (29), warga Lingkungan VI Kampung Loyang, Girian Atas, Kota Bitung, sangat mahir memilih dan membesihkan ikan untuk diasapi menjadi ikan cakalang fufu. (Foto: zonautara.com).

Mahir Fufu Ikang Cakalang Sejak Usia 10 Tahun

BITUNG, publikreport.com – Berkutat dengan tebalnya asap, bagi Sofian Usman, warga Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), layaknya sedang menghitung tebalnya rupiah. Pria 29 tahun yang berdomisili di Lingkungan VI, Kampung Loyang, Girian Atas, Kota Bitung, sehari-harinya bekerja sebagai pembuat ikan asap atau lazim disebut ikang fufu, khusus jenis ikan Cakalang.

Dari usahanya sebagai tukang fufu ikan Cakalang ini, Sofian memperoleh upah sebesar Rp 5.000 per ekor ikan fufu yang sudah jadi. Dalam sehari, dengan dibantu beberapa rekan, ia bisa menghasilkan sekitar 150 ekor ikang fufu. Sehingga dalam sekali produksi Sofian bisa meraup penghasilan sebesar Rp 750.000 dalam sehari. Kalau hanya sedang ditemani seorang pekerja, setiap harinya bisa bawa pulang nafkah sebesar Rp 375.000 ke rumah.

Sofian biasanya membutuhkan waktu lima sampai enam jam untuk proses pemilihan ikan, pembersihan, sampai siap diasapi. Sedangkan untuk tahap pengasapannya sendiri hanya memakan waktu sekitar dua atau tiga jam.

“Pekerjaan sebagai tukang fufu ikang Cakalang mulai ditekuni sejak usia 10 tahun. Sampai sekarang sudah mahir dalam proses pengolahannya, mulai dari pemilihan ikan mentah sampai pada proses pengasapan,” kata Sofian, Minggu 19 November 2017.

Leave a Reply