You are currently viewing Aksi-aksi Pilot PRRI Permesta

Aksi-aksi Pilot PRRI Permesta

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

PRRI Permesta di Sulawesi antara tahun 1958 – 1961 memiliki kandungan sejarah penerbangan militer yang dramatis, melibatkan sejumlah penerbang kawakan dan pesawat-pesawat legendaris pada waktu itu.

Penerbang TNI AU Daantje Alexander Maukar, Lt. Col. William Beale, dan Lt. Allen Pope adalah para pilot yang lekat dengan sepak terjang gerakan pemberontak yang berpusat di Makassar Sulawesi ini.

Pada masa itu pulalah nama Ignatius Dewanto muncul sebagai pilot sentral yang hingga hari ini relatif kurang disebut namanya, namun turut berjasa dalam mendatangkan Lockheed C-130 Hercules ke Ibu Pertiwi.

AMUKAN MIG DI ATAS ISTANA

Jika di dunia ada cerita mengenai seorang pilot tempur menerbangkan pesawatnya untuk kemudian menyerang istana kepresidenan negaranya sendiri, maka kisah itu mungkin hanya benar-benar terjadi di Indonesia.

Letnan Udara II Daniel Daantje Aleksander Maukar, pria kelahiran Minahasa, merupakan seorang pilot TNI AU yang menerbangkan MiG-17 buatan Rusia. Pada suatu pagi tanggal 9 Maret 1960, ia lepas landas dari Lanud Hussein Sastranegara, Bandung.

Daantje saat itu disebut sebagai salah satu pilot terbaik yang dimiliki Indonesia, selain dari Leo Wattimena yang lulus dengan hasil cemerlang di pendidikan terbang di AS. Daantje sedang tidak hendak melakukan patroli, atau misi sergap, ataupun sorti latihan, melainkan ia mengarahkan MiG-17 yang diterbangkannya ke arah ibukota dengan misi serbu sungguhan.

Rabu pagi selepas pukul 11.30 itu, Daantje kemudian melakukan manuver menghujam dan ia memuntahkan kanon 23 mm dengan 80 round per kanonnya ke arah gedung Istana Kepresidenan di mana Presiden Soekarno berkantor.

Beberapa bagian pilar istana, meja kursi dan jendela rusak. Beberapa orang juga dilaporkan terluka, dan muntahan kanon juga sempat menghantam bagasi mobil yang kebetulan saat itu sedang melintas. Bung Karno sendiri sedang berada di gedung lainnya di sekitaran istana bersama beberapa pengawal.

Sebuah pesawat udara terbang rendah menjatuhkan bingkisan mautnya tepat di kursi biasa aku duduk. Rupanya Tuhan tengah menggerakan tangan-Nya untuk melindungiku, kenang Soekarno soal peristiwa itu dalam buku biografinya yang ditulis Cindy Adams.

Tidak cukup sampai di situ, Daantje kemudian mengarahkan MiG-17-nya ke arah utara menuju Tanjung Priok. Kembali di atas Tanjung Priok ia memuntahkan kembali kanonnya ke penyimpanan minyak hingga dua unit penyimpanan minyak pun meledak. Aksi brutalnya belum usai, ia kemudian terbang jauh ke selatan, ke Kota Hujan. Istana Bogor pun juga tak luput sasaran kanonnya. Setelah puas, Daantje terbang ke jauh ke arah tenggara. Ia menghabiskan bahan bakarnya yang tersisa lalu kemudian melakukan pendaratan di lahan sawah di Garut, dan ia selamat.

Unlimited Hosting WordPress Developer Persona

Leave a Reply