Arie Frederik Lasut.
Arie Frederik Lasut.

Arie Frederik Lasut

NamaTTL/TTM
Arie Frederik LasutKapataran Tondano, 06 Juli 1918 – Desa Pakem Yogyakarta, 07 Mei 1949

Pada tanggal 16 Maret 1946 dalam usianya ke-28 tahun, ia diserahi tugas sebagai Kepala Jawatan Tambang dan Geologi RI di Bandung. Di samping itu, ia juga menjadi salah seorang pimpinan laskar KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi). Ia adalah Komandan Kompi BS (Berdiri Sendiri) dalam Brigade 16 di Kesatuan Reserve Umum X.

Pada waktu itu, pihak Belanda ingin menguasai dokumen dan data tentang masalah pertambangan dan geologi di Indonesia. Arie Lasut diancam untuk menyerahkan dokumen-dokumen tersebut.

Karena tidak berhasil, pihak Belanda kemudian merubah taktik dengan membujuknya dan menjanjikan pangkat yang tinggi dan gaji yang besar. Inipun tidak berhasil. Untuk menghindari ancaman dan bujukan Belanda, ia berpindah-pindah dan akhirnya pindah ke Yogya.

Sedangkan dokumen-dokumen tersebut diungsikan oleh stafnya. Berbagai dokumen yang diselamatkan itu ternyata sangat berguna untuk pembangunan negara baru ini.

Ketika Belanda menduduki Yogya menduduki Yogya di tahun 1949, Arie Lasut Ditangkap dari rumahnya dan langsung dibawa ke desa Pakem. Di desa ini yang letaknya sekitar 7 kilometer sebelah utara Yogya, satu regu tembak KNIL melaksanakan hukuman tembak mati pada Arie Lasut.

Ia tewas ditembak pada pukul 10 pagi tanggal 7 Mei 1949. Beberapa penduduk desa Pakem kemudian mengubur jenasah Lasut di desa itu. | STENLYADDY.BLOGSPOT.co.id

Leave a Reply