Presiden Korea Utara, Kim Jong Un mencoba mengendarai traktor Kumsong Tractor Factory di Pyongyang, Korea Utara, 15 November 2017. Traktor tersebut merupakan traktor hasil buatan Korea Utara. (Foto: KCNA via Reuters)
Presiden Korea Utara, Kim Jong Un mencoba mengendarai traktor Kumsong Tractor Factory di Pyongyang, Korea Utara, 15 November 2017. Traktor tersebut merupakan traktor hasil buatan Korea Utara. (Foto: KCNA via Reuters)

Korea Utara Sponsor Teroris, Ini Kata Jepang dan Korea Selatan

Pemerintah Jepang dan Korea Selatan memuji dan menyambut baik langkah pemerintah Amerika Serikat yang mencantumkan Korea Utara ke dalam daftar negara yang mensponsori terorisme.

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, menyambut baik langkah Presiden AS, Donald Trump, untuk menempatkan Korea Utara kembali ke dalam daftar negara sponsor terorisme. Ini akan meningkatkan tekanan terhadap Pyongyang.

Abe mengatakan kebijakan ini, yang diumumkan pada Senin, 20 Nopember 2017, memungkinkan AS menjatuhkan lebih banyak sanksi kepada Pyongyang, yang sedang menggelar program senjata nuklir dan rudal balistik. Program senjata pemusnah massal ini bertentangan dengan sanksi Dewan Keamanan PBB.

“Saya menyambut dan mendukung karena hal itu menimbulkan tekanan pada Korea Utara,” kata Abe, seperti dilansir Reuters pada Selasa, 21 November 2017.

Sedangkan Kementerian luar negeri Korea Selatan mengatakan keputusan AS ini diharapkan dapat berkontribusi pada denuklirisasi secara damai di Korea Utara dan Semenanjung Korea.

Penetapan untuk memasukkan kembali Korea Utara ke dalam daftar negara sponsor terorisme dilakukan setelah Trump dan Menteri Luar Negeri, Rex Tillerson, mengadakan rapat kabinet di Gedung Putih, Washington, pada Senin 20 November 2017.

Trump menganggap rezim Kim Jong-un telah melakukan pembunuhan di luar negeri. Sementara Tillerson menyebut sanksi itu bisa membatasi pihak ketiga yang masih bekerja sama dengan Pyongyang.

Leave a Reply