Ilustrasi. Anjing yang hanya dibiarkan berkeliaran di jalan-jalan menjadi sasaran pencuri anjing alias doger. (Foto: Zonautara.com)
Ilustrasi. Anjing yang hanya dibiarkan berkeliaran di jalan-jalan menjadi sasaran pencuri anjing alias doger. (Foto: Zonautara.com)

Doger, Berandalan Pemasok Daging Anjing

BACA JUGA: Konsumsi Anjing Rawan Terkena Rabies, Berikut Ini Temuan Lapangan…

Di Pasar Bersehati, pasar tradisional terbesar di Kota Manado, seorang penjual daging anjing per harinya mampu menjual 120 kilogram. Jumlah yang tidak sedikit. Belum lagi kalau diakumulasi dengan penjualan di pasar-pasar utama lain, seperti Pasar Pinasungkulan Karombasan, Kota Manado; Pasar Beriman, Kota Tomohon; serta Pasar Tondano dan Pasar Langowan di Kabupaten Minahasa.

Konsumen dihadapkan dengan permasalahan yang pelik, soal asal-muasal daging anjing yang dijual di pasar. Apakah daging anjing yang dijual pedagang itu bebas dari ancaman penyakit zoonosis, seperti rabies? Apakah daging anjing yang dijual pedagang itu bebas dari pengaruh potas yang ditelan anjing waktu dilemparkan para doger sebagai umpan? Rasanya hal itu sangat sulit diurai.

Konsumsi daging anjing di Indonesia turut kini disorot oleh World Health Organization (WHO). Organisasi Kesehatan Dunia tersebut mengidentifikasi bahwa perdagangan daging anjing menjadi penyumbang utama penyebaran penyakit rabies di Indonesia. | ZONAUTARA.com

Leave a Reply