Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pemilu 2019, Pengamat: Kuncinya Menarik Simpati Generasi Milenial

POLITIK

JAKARTA, publikreport.com  – Peneliti senior di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Syamsuddin Haris, mengatakan banyaknya pemilih pemula yang berasal dari generasi milenial akan berdampak signifikan dalam pemilihan kepala daerah 2018 dan Pemilihan Umum 2019. Sebab, menurut dia, pemilih dari generasi ini jumlahnya akan bertambah semakin banyak.

Walaupun berdampak signifikan, menurut Syamsuddin, karakteristik dari pemilih ini tidak bisa ditebak. “Tidak bisa ditebak. Namun, yang jelas, pendekatan yang dilakukan partai politik harus sesuai dengan pendekatan anak milenial,” ujarnya di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, pada Selasa, 21 November 2017.

Karena itu, ucap Syamsuddin, kunci dalam menaikkan elektabilitas adalah mampu menarik simpati para generasi milenial. Hal ini membuat pemilu mendatang bisa berjalan lebih ketat. “Kemunculan banyak partai politik baru juga akan membuat suasana pemilu lebih ramai dan membuat persaingan elektoral semakin ketat,” tuturnya.

Meski begitu, Syamsuddin meminta partai politik baru diharapkan tidak hanya menjadi penggembira dalam pesta demokrasi. Parpol baru juga harus turut serta melakukan pendidikan politik, khususnya terhadap para kadernya. “Misalnya dengan cara tidak mengikuti tingkah laku korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan sebagainya. Seleksi caleg-caleg (calon legislatif) secara profesional dan kualitatif,” ucapnya.

Di sisi lain, kemunculan banyaknya partai politik baru, menurut Syamsuddin, belum tentu menjadi ancaman bagi keberadaan partai politik yang sudah ada sejak lama. “Semua parpol tetap akan diuji oleh publik saat pemilu nanti,” ujarnya. | TEMPO.co

Leave a Reply