Ilustrasi. Anjing yang kerap diperdagangkan di pasar-pasar yang ada di tanah Minahasa. (Foto: Zonautara.com)
Ilustrasi. Anjing yang kerap diperdagangkan di pasar-pasar yang ada di tanah Minahasa. (Foto: Zonautara.com)

Pelaku Doger Diancam 4 Tahun Penjara

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Pelaku pencurian anjing atau di Kota Manado dikenal dengan sebutan doger, masih marak terjadi. Alfred Lasut (40), warga Jaga III, Desa Pineleng, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, kepada wartawan Zonautara.com mengatakan, bahwa dua ekor anjing peliharaan ayahnya hilang dicuri orang yang tidak dikenal.

“Kejadiannya Kamis  16 November 2017, saat bangun pagi, dua ekor anjing milik ayah saya telah hilang dan ada beberapa bungkusan ikan yang sudah dicampur dengan potas tertinggal di halaman rumah,” ujar Alfred, Jumat 24 November 2017.

Diduga, dua ekor anjing milik mereka telah dicuri dengan cara meracuninya menggunakan potasium sianida atau yang lazim disebut potas. Namun, karena pelakunya tak dikenali, keluarganya pun urung melaporkan peristiwa itu ke polisi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut), Komisaris Besar (Kombes) Pol Ibrahim Tompo, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 24 November 2017 siang, mengajak agar warga yang merasa bahwa hewan ternaknya telah dicuri orang, untuk melaporkannya ke pihak polisi.

“Karena mengambil secara paksa milik orang lain, termasuk hewan peliharaannya, adalah bentuk tindak pidana dan bakal dikenai sanksi hukum,” jelasnya.

Menurut Tompo, jenis pencurian, yakni mengambil barang orang lain, termasuk hewan peliharaan anjing, secara paksa, dengan cara membongkar pintu, memanjat pagar dan dilakukan pada malam hari, masuk pada jenis pencurian dengan pemberatan (curat).

BACA JUGA: Doger, Berandalan Pemasok Daging Anjing

Leave a Reply