Anak-anak di tempat pengungsian gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, pada Jumat 24 November 2017. (Foto: Antara/Jeremias Rahadat)
Anak-anak di tempat pengungsian gedung Eme Neme Yauware, Timika, Kabupaten Mimika, Papua, pada Jumat 24 November 2017. (Foto: Antara/Jeremias Rahadat)

531 Siswa di Tembagapura Belum Bisa Bersekolah

PENDIDIKAN

TIMIKA, publikreport.com – Sebanyak 531 siswa dari SMP Negeri, SD Negeri dan TK Negeri di perkampungan Tembagapura seperti di Kampung Banti, Kimbeli, dan Utikini, hingga kini belum bisa bersekolah karena mereka masih bertahan di wilayah itu tanpa guru.

Sementara para gurunya malah ikut mengungsi ke Timika, Ibu Kota Kabupaten Mimika, terkait kondisi kerawanan gangguan teror kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Kepala SMP Negeri Banti, Markus Sombo di Timika, Jumat, mengatakan jumlah siswa sesuai data sekolah sebanyak 140, namun yang kini berada di Timika karena ikut dievakuasi sebanyak 38 siswa. Sedangkan yang tidak ikut dievakuasi sebanyak 103 siswa.

BACA JUGA: Banyak yang Menganggur, Satu Juta Siswa SMK Akan Diberi Pelatihan

Untuk siswa SD Negeri Banti, sesuai dengan data pada Juni 2017 jumlah siswa sebanyak 462 siswa, namun yang telah ada di Timika bersama dengan rombongan yang dievakuasi pada Senin 20 November 2017 sebanyak 101.

Itu berarti sebanyak 361 siswa masih di Banti dan tidak dapat mengikuti proses belajar mengajar akibat teror penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah itu.

Untuk siswa TK, menurut Kepala TK Negeri Banti Syilce MR Delaplata yang kini berada di Timika, sebanyak delapan siswa, sedangkan yang berada di Banti sebanyak 67 siswa dari total 75 siswa yang terdata.

Dengan demikian, sebanyak 531 orang siswa SMP, SD dan TK, masih bertahan di perkampungan itu, namun tidak bersekolah sebagaimana mestinya.

Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Kebudayaan (Dispendasbud) Mimika, Jenny O Usmanny mengatakan pihaknya terus memberikan pelayanan kepada siswa yang sudah ada di Timika, berupa makanan tambahan termasuk melaksanakan proses belajar mengajar selama dua jam di gedung Eme Neme Yauware, Timika.

Menurut Jenny siswa yang sudah ada di Timika akan dititipkan di sekolah-sekolah yang ada sesuai dengan tempat relokasi mereka nanti.

Leave a Reply