Ilustrasi. Base Transceiver Station (BTS). (Foto: Antara/Dewi Fajriani)
Ilustrasi. Base Transceiver Station (BTS). (Foto: Antara/Dewi Fajriani)

China pelopori 5G

China mulai memasuki tahap ketiga uji coba pengembangan dan penelitian teknologi komunikasi generasi kelima atau “5G”.

Langkah tersebut dilakukan setelah China Mobile Communications Corp dan Huawei Technologies Co Ltd memamerkan perangkat 5G terkecil pada Jumat 24 November 2017.

Itu berarti bahwa China akan menjadi pelopor pengembangan dan penelitian teknologi 5G di dunia, demikian klaim China Daily yang dipantau Antara di Beijing, Sabtu.

Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China mennyatakan bahwa uji coba teknis tersebut bertujuan untuk mendapatkan produk-produk 5G sebelum dipasarkan karena versi pertama standar 5G baru akan keluar pada bulan Juni tahun depan.

Instansi itu menginstruksikan pembaruan uji coba lingkungan dan mendorong eksperimen agar 5G lebih mungkin diaplikasikan dengan menitikberatkan pada integrasi chip, sistem, dan instrumen lainnya.

Sebelumnya, para pejabat instansi itu mengatakan bahwa tahap ketiga uji coba itu tidak akan dimulai hingga tahun depan. Hal itu disebabkan China menyelesaikan tahap kedua uji coba itu pada awal tahun ini atas kerja sama perusahaan domestik dan asing, seperti Huawei, ZTE, dan Ericsson.

Akan tetapi China Mobile dan Huawei telah memamerkan hasil uji coba perangkat 5G terkecil di dunia melalui pameran di Kota Guangzhou, Provinsi Guangdong, Jumat 24 November 2017.

Perangkat tersebut mampu mengonversikan sinyal 5G ke sinyal Wifi sehingga bisa membantu para pengguna internet mendapatkan layanan nirkabel pita lebar.

Perangkat termutakhir tersebut bisa digunakan untuk uji coba jaringan prakomersial 5G dan pendukung lainnya, demikian pernyataan Huawei.

Leave a Reply