Paus Fransiskus mencium kaki seorang pengungsi wanita dalam ritual pembasuhan kaki di pusat pengusian Castelnuovo, Porto, Italia, 24 Maret 2016. Pada aturan sebelumnya, Vatikan hanya memperbolehkan pria yang terlibat dalam ritual ini. Namun pada Januari 2016, Paus mengubah peraturan dengan mengizinkan wanita untuk ikut terlibat. (Foto: AP)
Paus Fransiskus mencium kaki seorang pengungsi wanita dalam ritual pembasuhan kaki di pusat pengusian Castelnuovo, Porto, Italia, 24 Maret 2016. Pada aturan sebelumnya, Vatikan hanya memperbolehkan pria yang terlibat dalam ritual ini. Namun pada Januari 2016, Paus mengubah peraturan dengan mengizinkan wanita untuk ikut terlibat. (Foto: AP)

Paus Fransiskus Diingatkan Tak Gunakan Kata Rohingya di Myanmar

RELIGI

Paus Fransiskus diingatkan untuk tidak menggunakan kata Rohingya selama berkunjung ke Myanmar. Peringatan itu disampaikan Kardinal Charles Maung Bo saat berbicara dengan wartawan mengenai kunjungan Paus Fransiskus ke Myanmar, Senin, 27 November 2017.

Kardinal pertama Myanmar ini khawatir kelompok anti Muslim di Myanmar akan memprotes penggunaan kata Rohingya. Alhasil, pesan yang akan disampaikan Paus Fransiskus tidak didengarkan.

Meski begitu, Kardinal Bo memahami posisi membingungkan bagi Paus Fransiskus dengan menggunakan atau tidak menggunakan kata Rohingya di Myanmar.

“Jika dia tidak menggunakannya, masyarakat internasional akan mengatakan sesuatu. Jika dia menggunakannya, maka kata itu bisa jadi sangat buruk bagi militer, pemerintah, dan kaum Budha,” kata Kardinal Bo seperti dikutip dari CruxNow.com, 20 November 2017.

Peneliti di Institut Lowly Australia, Aaron Connelly memperkirakan hal serupa seperti yang dikhawatirkan Kardinal Bo.

“Argumen yang selalu muncul adalah penggunaan istilah Rohingya seketika membuat kaum Budha Myanmar bersikap offside dan menutup pikiran mereka untuk berdialog,” kata Connelly, seperti dikutip dari CNN.

BACA JUGA: Paus akan Bertemu Aung San Suu Kyi dan Pengungsi Rohingya

Leave a Reply