CT Scan Mariana Snailfish. Makhluk hijau yang terlihat itu adalah krustacea kecil yang berada di lambungnya. (Foto: Adam Summers/University of Washington)
CT Scan Mariana Snailfish. Makhluk hijau yang terlihat itu adalah krustacea kecil yang berada di lambungnya. (Foto: Adam Summers/University of Washington)

Mariana Snailfish, Ikan Transparan Jenis Baru yang Hidup di Dasar Laut

Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi ikan terdalam yang pernah ditemukan manusia di lautan.

Palung Mariana, di Pasifik barat, dekat Guam, adalah hamparan lautan terdalam di Bumi. Perairan ini sangat misterius dan sulit dipelajari. Sejauh ini para ilmuwan mengetahui bahwa palung dalam tersebut adalah rumah bagi amphipoda dan krustasea, teripang, ubur-ubur, dan organisme bersel satu kecil yang disebut foraminifera.

Ternyata, perairan terdalam ini juga merupakan rumah bagi Mariana Snailfish. Ikan sepanjang 5 cm yang tembus pandang ini mampu menjelajah hingga kedalaman lebih dari 8.200 meter di bawah laut. Secara resmi dikenal sebagai nama Pseudoliparis swirei, ikan aneh ini diperkenalkan ke dunia dalam Jurnal Zootaxa edisi 28 November 2017.

Tak ada dari kita, manusia, yang bisa menyelam seperti snailfish. Tim peneliti internasional telah menenggelamkan sebuah kamera dan perangkap jauh ke daerah yang sulit dijangkau dan amat jarang disibak ini. Perangkap itu butuh waktu empat jam untuk turun dari permukaan samudera ke tempat snailfish berenang. Rekaman kamera juga berhasil menangkap aktivitas laut dalam.

Snailfish berada di bawah tekanan air sangat kuat; siaran pers yang dikeluarkan oleh University of Washington tentang studi tersebut menganalogikanya seolah seperti “seekor gajah berdiri di ibu jari kita”. Snailfish tidak hanya bertahan dalam tekanan besar tersebut, tapi juga hidup baik dan nyaman di kedalaman yang tampaknya tidak ramah. Salah satu alasannya, di kedalaman tersebut hanya sedikit predator, tapi banyak pakan.

“Kita beranggapan laut dalam adalah lingkungan keras dan ekstrim. Kenyataannya, ada banyak kelompok organisme yang sangat nyaman tinggal di sana,” kata pemimpin peneliti Mackenzie Gerringer, ahli biologi kelautan dari University of Washington. Penelitian lebih lanjut di kedalaman ini bisa menghasilkan penemuan yang lebih aneh lagi. “Ada banyak kejutan yang menunggu,” lanjut Gerringer sebagaimana dikutip dari Quartz.

Leave a Reply