Oma Altje (73), dengan dagangan seadanya yang dihamparnya di pinggir jalan antara Terminal dan Pasar Beriman Tomohon. (Foto: publikreport.com)
Oma Altje (73), dengan dagangan seadanya yang dihamparnya di pinggir jalan antara Terminal dan Pasar Beriman Tomohon. (Foto: publikreport.com)

Oma Altje, Tibo Tangguh di Pasar Tomohon

Sayur kangkung, mentimun (katimu japang, bahasa sehari-hari orang Tomohon, red) dan kelapa terhampar di pinggir jalan antara Terminal dan Pasar Beriman Kota Tomohon. Dagangan seadanya ini dijajakan seorang wanita tua sambil memegang payung menunggu pembeli.

Jadi tibo (pedagang) kecil-kecilan di pinggir jalan Pasar Tomohon sudah dilakoni oma Altje Kereh (73), sejak ia menikah dengan suaminya dan mulai belajar berdagang bersama orang tua mantunya.

Kini oma Altje hanya menjual hasil kebun yang digarap bersama suaminya, kendati tanah pertanian bukan milik mereka berdua.

“Saya menjual seadanya saja. Yang terjual cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tanpa mengharap uang dari anak-anak,” kata oma Altje saat ditemui publikreport.com, Sabtu 02 Desember 2017 siang.

“Kami hanya penggarap saja, sambil menjaga tanah dan rumah pemilik kebun,” tambah oma Altje yang bertempat tinggal di Lingkungan IX Kelurahan Tara-tara II Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon.

Walaupun dagangan yang dijual hanya seadanya, oma Altje selalu ke pasar pada pukul 23.00 WITA malam. Padahal dagangan habis terjual pada pukul 13.00 WITA. Artinya oma Altje datang di tengah malam sehari sebelumnya dan dagangan habis terjual nanti pada jam satu siang keesokan harinya.

“Saya ke pasar hanya sekali atau dua kali seminggu. Tergantung hasil dari kebun yang kami garap,” tutur oma Altje yang siang itu mengenakan kaos lengan panjang warna biru dengan celana panjang warna hitam.

Leave a Reply