Oma Altje (73), dengan dagangan seadanya yang dihamparnya di pinggir jalan antara Terminal dan Pasar Beriman Tomohon. (Foto: publikreport.com)
Oma Altje (73), dengan dagangan seadanya yang dihamparnya di pinggir jalan antara Terminal dan Pasar Beriman Tomohon. (Foto: publikreport.com)

Oma Altje Tibo Tangguh di Pasar Tomohon

Dengan mata sayu dan wajah yang terlihat lelah, oma Altje mengaku bangga karena masih bisa beraktifitas, sehat dan berpenghasilan.

“Saya menyediakan tempat tidur jika mengantuk sambil menunggu pembeli,” kata oma Altje yang dikaruniai empat anak (satu telah meninggal karena kecelakaan), dengan enam cucu dan seorang cece.

Bagi oma Altje berdagang seadanya seperti ini sudah terbiasa. Karena baginya jika tidak beraktifitas akan membuat dirinya sakit.

“Berdiam diri, tinggal di rumah terasa asing. Saya akan sakit nanti. Saya menikmati bertani dan menjual hasilnya,” ucapnya.

Siang itu sekitar jam 11.00 WITA dagangan oma Altje sudah banyak terjual. Hanya tersisa beberapa biji buah kelapa. Namun, oma Altje masih menerima titipan dagangan dari kenalannya, berupa sayur gedi, daun pepaya dan pisang beberapa tandan. Ada titipan jualan seperti ini, bagi oma Altje sudah hal biasa.

“Tolong menolong, saling membantu. Menjadi berkat tersendiri,” akunya.

Tak lama lagi, oma Altje mengaku sudah akan pulang ke rumahnya. Sebelum pulang dirinya akan belanja kebutuhan rumah tangga seperti, beras, ikan dan lainnya.

“Hasil jualan hari ini, itulah yang akan saya pakai belanja di pasar,” kata oma Altje seraya merapikan tas/keranjang yang berisikan beberapa karung dan terpal. | YELLI PRISILIA

Leave a Reply