Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dasar Hukum Penggunaan Uang Elektronik Jika Masuk Tol

Kemudian, pengertian uang menurut Pasal 1 angka 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang (“UU Mata Uang”) adalah alat pembayaran yang sah. Sedangkan yang dimaksud dengan mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (Rupiah).[1] Uang rupiah adalah alat pembayaran yang sah di wilayah negara Republik Indonesia.[2]

Perlu diketahui bahwa uang elektronik yang digunakan di Indonesia wajib menggunakan uang rupiah.[3]

Berdasarkan penjelasan tersebut, uang elektronik salah satunya memiliki unsur nilai uang yang disimpan secara elektronik dalam suatu media seperti server atau chip. Menurut hemat kami, uang elektonik tidak melanggar UU Mata Uang karena transaksi tetap menggunakan mata uang rupiah, hanya saja dalam bentuk elektronik.

Menurut ahli tata negara Irmanputra Sidin dalam artikel Transaksi Nontunai Dinilai Tak Melanggar UU Mata Uang sebagaimana yang kami akses dari laman media Tirto.id, menilai transaksi nontunai tidak melanggar UU Mata Uang. Dalam UU tersebut, Irman berpendapat bahwa yang diatur ada dua hal, yakni macam mata uang yang terdiri dari uang logam dan uang kertas serta mata uang rupiah. Menurutnya, intinya tidak boleh menolak rupiah sebagai mata uang. Tetapi untuk macamnya, bukan itu yang dilarang. Adapun Irman mengatakan sejauh transaksi masih menggunakan rupiah, maka tidak ada poin pada UU Mata Uang yang dilanggar. Uang Elektonik hanya variannya saja.

Jadi menjawab pertayaan Anda, uang elektronik masih merupakan kategori uang sebagai alat pembayaran yang sah menurut peraturan perundang-undangan.

Transaksi Nontunai di Jalan Tol

Terkait dengan pertanyaan Anda mengenai kejelasan payung hukum atas kebijakan masuk pintu tol harus dengan menggunakan uang elektronik, pengaturannya dapat merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16/PRT/M/2017 Tahun 2017 tentang Transaksi Tol Nontunai di Jalan Tol (“Permen PUPR 16/2017”).

Transaksi Tol Nontunai di jalan tol menggunakan 2 (dua) bentuk teknologi:[4]

  1. Transaksi Tol Nontunai yang menggunakan teknologi berbasis kartu uang elektronik, dan/atau
  2. Transaksi Tol Nontunai yang menggunakan teknologi berbasis nirsentuh.

Penyelenggaraan Transaksi Tol Nontunai di jalan tol dilakukan dengan tahapan:[5]

Leave a Reply