Paus Fransiskus memimpin misa terakhir dalam kunjungannya di Amerika Serikat pada Festival Keluarga di Benjamin Franklin Parkway, Philadelphia, Pennsylvania, Minggu 27 September 2017. (Foto: Reuters/Tony Gentile)
Paus Fransiskus memimpin misa terakhir dalam kunjungannya di Amerika Serikat pada Festival Keluarga di Benjamin Franklin Parkway, Philadelphia, Pennsylvania, Minggu 27 September 2017. (Foto: Reuters/Tony Gentile)

Warganet Myanmar Marah Setelah Paus Fransiskus Gunakan Kata Rohingya

RELIGI

DUSHANBE, publikreport.com – Tindakan Paus Fransiskus merangkul Rohinya saat melakukan kunjungan ke Bangladesh telah memicu beberapa komentar kemarahan dari para pengguna media sosial di Myanmar, Minggu 03 Desember 2017.

Pada Jumat, kepala gereja Katolik tersebut bertemu dengan sekelompok pengungsi dari minoritas muslim Myanmar di ibu kota Bangladesh, Dhaka.

Dia menyebut mereka sebagai “Rohingya” — sebuah istilah yang tidak dapat diterima sebagian besar warga Myanmar tempat mereka dicerca karena dianggap sebagai “imigran gelap” Bengali dan bukan sebagai kelompok etnis.

Dalam pidatonya di kunjungan sebelumnya di Myanmar yang mayoritas penganut ajaran Buddha, Paus tidak menyebut nama etnis itu atau secara langsung mengacu kepada krisis di negara bagian Rakhine, tempat dari 620.000 warga Rohingya telah melarikan diri sejak Agustus.

Serangan mematikan oleh militan Rohingya di pos polisi pada akhir Agustus memicu tindakan keras mengerikan di Rakhine oleh militer Myanmar, yang AS dan PBB anggap sebagai pembersihan etnis.

Ketika dia kembali ke Vatikan, paus tersebut mengatakan bahwa dia telah mendukung Rohingya secara pribadi di Myanmar, juga menjelaskan bagaimana dia menangis setelah bertemu dengan kelompok pengungsi itu.

Leave a Reply