Panglima Jendral Gatot Nurmantyo bersama Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke DPR RI untuk menjalani fit and proper test. Rabu, 06 Desember 2017. (Tempo/Chitra Paramaesti).
Panglima Jendral Gatot Nurmantyo bersama Marsekal Hadi Tjahjanto datang ke DPR RI untuk menjalani fit and proper test. Rabu, 06 Desember 2017. (Tempo/Chitra Paramaesti).

Alasan Etika, Jenderal Gatot Nurmantyo Batal Lantik 85 Perwira

JAKARTA, publikreport.com – Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo tidak akan melantik 85 perwira tinggi dan menengah yang namanya baru saja dimutasi. “Tujuannya agar Pak Hadi bisa mengevaluasi lagi,” katanya, Kamis, 7 Desember 2017.

Gatot sebelumnya merotasi 85 perwira tinggi dan menengah di lingkungan TNI seperti tertuang dalam surat keputusan tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Mabes TNI.

Walaupun saat ini dia masih menjabat secara resmi sebagai Panglima TNI, namun Gatot menuturkan jika dia melantik para perwira saat ini memurutnya tidak etis. “Tidak melanggar hukum, tapi etika,” ucap Gatot.

Gatot mengatakan rapat rotasi 85 prajurit itu dilakukan pada 30 November 2017. Kemudian disahkan pada 4 November 2017 pada rapat Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi. Surat tersebut juga ditanda tangani oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Laut, Udara. “Juga Wakabin, Wagub Lemhanas, Sekretaris Menkopolhukam, Irjen TNI, dan Kepala Bin paraf, jadi semua sah,” ujar dia.

BACA JUGA: Langkah Gatot Nurmantyo Mutasi 85 Perwira Tinggi Dinilai Tak Etis

Jenderal Gatot Nurmantyo mengeluarkan surat keputusan tentang pemberhentian dan pengangkatan jabatan di lingkungan Mabes TNI. Surat dengan nomor Kep/982/XII/2017 itu menetapkan 85 perwira yang dihentikan, dimutasi, dan diangkat. Rinciannya adalah 46 perwira di TNI Angkatan Darat, 28 perwira di Angkatan Laut, dan 11 perwira di Angkatan Udara.

Gatot Nurmantyo mengaku sebelum tanggal 4 Desember 2017 dia tidak mengetahui sama sekali tentang nama jenderal yang ditunjuk Presiden untuk menggantikannya. “Saya sama sekali tidak tahu, saya tahunya setelah ditelepon oleh Mensesneg, setelah beliau menyerahkan surat ke DPR,” tuturnya.

Setelah surat dari presiden itu sampai ke DPR, Gatot Nurmantyo langsung menghadap dan meminta Presiden Jokowi untuk segera melakukan pelantikan pada panglima baru. “Sehingga tidak ada nuansa pergantian,” kata Gatot Nurmantyo. | TEMPO.co

Leave a Reply