Dokumentasi Petugas menggunakan alat berat untuk menyingkirkan material longsor di jalur lintas selatan (JLS) Pacitan, Pacitan, Jawa Timur, Kamis 30 November 2017. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sporadis dampak badai Siklon Tropis Cempaka yang melanda wilayah pesisir daerah ini menyebabkan kerusakan parah infrastruktur JLS maupun jalan antar kabupaten setempat. (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko)
Dokumentasi Petugas menggunakan alat berat untuk menyingkirkan material longsor di jalur lintas selatan (JLS) Pacitan, Pacitan, Jawa Timur, Kamis 30 November 2017. Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sporadis dampak badai Siklon Tropis Cempaka yang melanda wilayah pesisir daerah ini menyebabkan kerusakan parah infrastruktur JLS maupun jalan antar kabupaten setempat. (Foto: Antara/Destyan Sujarwoko)

Presiden Minta Perbaikan Infrastruktur Rusak Selesai 3 Bulan

PACITAN, publikreport.com – Presiden Joko Widodo meminta agar sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang di beberapa daerah di Pulau Jawa dapat selesai dalam 3 bulan.

“Kebijakan Presiden, yang memiliki nilai strategis, menghalangi akses, harus segera dilakukan (perbaikan), termasuk pemulihan sosial ekonomi, dalam waktu 3 bulan harus sudah selesai agar isolasi tidak terus terjadi,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei di sela-sela kunjungan Presiden Joko Widodo di dusun Krajan, kecamatan Karang Ploso, kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu 09 Desember 2017.

Presiden hari ini meninjau tanggul jebol di dusun Krajan, Pacitan akibat bencana banjir bandang pada akhir November lalu. Pacitan termasuk daerah yang cukup parah terkena bencana banjir dan longsor bahkan mengakibatkan 25 orang meninggal dunia dan puluhan rumah serta sekolah rusak.

Selain meninjau, Presiden juga menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

BACA JUGA: KPPIP Optimistis Tol Manado-Bitung Selesai Tepat Waktu

Ikut hadir dalam peninjauan tersebut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Johan Budi dan Gubernur Jawa Timur Sukarwo.

Presiden melihat langsung tanggul jebol yang saat ini masih dalam perbaikan, tanah yang diinjak pun masih lunak dan ada satu eskavator yang bekerja di dusun yang berbatasan dengan kali tersebut.

“Sekarang kita sedang menginventarisasi kerusakan dampak bencana hidrometrologis yang diakibatkan oleh Cempaka. Jadi dampaknya luas, salah satunya di Jawa Timur,Jawa Tengah, Jawa Barat semua kena. Kami sedang bicara dengan kementerian PU, jadi Presiden sudah memerintahkan agar segera itu dilakukan pemulihan,” tambah Willem.

Pemulihan yang akan dilakukan misalnya pemulihan infrastruktur dan pelayanan masyarakat.

“Kalau perintah Presiden itu sudah jelas, yang pertama penanganan pengungsi. Lalu pemulihan harus segera dilakukan agar pelayanan masyarakat bsia segera berfungsi normal kembali, lalu infrastruktur yang bersifat strategis, artinya kalau itu tidak diperbaiki maka akses baik di Gunung Kidul maupun di sini (Pacitan) terputus,” jelas Willem.

Pemulihan itulah yang ditargetkan dalam terlaksana dalam waktu 3 bulan. | ANTARANEWS.com

Leave a Reply