Ilustrasi.
Ilustrasi.

110 Guru Agama Disebar ke Daerah Tertinggal, Terluar dan Terdepan

PENDIDIKAN

JAKARTA, publikreport.com – Kementerian Agama menyebar 110 guru pendidikan agama Islam yang berasal dari sejumlah wilayah untuk berkiprah di sejumlah daerah terdepan, terluar, dan tertinggal yang tersebar di 19 provinsi.

“Kami terdorong untuk membentengi daerah 3T dari anasir pemikiran ke-Islaman yang transnasional serta gerakan yang merapuhkan ke-Indonesiaan,” kata Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Imam Safei disela pelepasan guru ke kawasan 3T di Tangerang, Senin 11 Desember 2017.

Dia mengatakan daerah 3T sudah saatnya ditempatkan sebagai benteng awal Indonesia dari pemikiran ke-Islaman yang melemahkan nasionalisme ke-Indonesiaan.

BACA JUGA: Kemendes: Daerah 3T Butuh Alat Transportasi yang Layak

Sebanyak 110 guru itu, kata dia, terbagi kepada dua program. Pertama adalah Program Bina Kawasan dan Program Visiting Teacher.

Program Bina Kawasan, lanjut dia, dilakukan dengan menyebar 50 Guru Pendidikan Agama Islam yang telah diseleksi dan terdiri dari enam perempuan dan 44 laki-laki. Mereka berlatar belakang pendidikan pesantren dan lulusan perguruan tinggi keagamaan Islam yang lulus seleksi.

“Mereka akan ditempatkan di 25 kabupaten daerah 3T di 19 provinsi,” kata dia.

Dia mengatakan daerah yang dituju seperti Atambua dan Rote Ndau (Nusa Tenggara Timur), Nunukan (Kalimantan Utara), Kepulauan Aru (Maluku), Natuna (Kepulauan Riau), Sorong (Papua Barat), Pulau Derawan dan Pulau Maratua (Kalimantan Timur), Toli-Toli (Sulawesi Tengah) serta sejumlah daerah 3T lainnya.

BACA JUGA: Perekrutan CPNS 2018, Pemkot Prioritaskan Guru dan Tenaga Medis

Sebanyak 50 guru itu, kata dia, akan mendampingi penyelenggaraan Pendidikan Agama Islam di sekolah dan pendidikan keagamaan Islam di masyarakat lokasi sasaran selama 12 (dua belas) bulan penuh. Mereka akan diberangkatkan secara berangsur-angsur mulai Selasa 12 Desember 2017.

Leave a Reply