Tentara Pasukan Demokratis Suriah menaiki kendaraan lapis baja setelah Raqqa dibebaskan dari milisi Negara Islam, di Raqqa, Suriah, Selasa 17 Oktober 2017. (Foto: Reuters/Erik De Castro)
Tentara Pasukan Demokratis Suriah menaiki kendaraan lapis baja setelah Raqqa dibebaskan dari milisi Negara Islam, di Raqqa, Suriah, Selasa 17 Oktober 2017. (Foto: Reuters/Erik De Castro)

Uni Eropa Sebut Perang Suriah Belum Berakhir

BRUSSEL, publikreport.com – Uni Eropa (UE) pada Senin 11 Desember 2017 memperingatkan bahwa perang di Suriah “masih berlangsung” dan warga sipil masih diserang, setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan penarikan sebagian tentara Rusia dengan mengatakan bahwa pekerjaan mereka sebagian besar sudah selesai.

Putin mengumumkan pernyataan itu saat kunjungan dadakannya ke Suriah, tempat Rusia pertama kali melakukan intervensi dalam konflik itu pada 2015 untuk mendukung sekutunya Presiden Suriah Bashar al Assad, yang melawan kelompok ISIS dan ekstremis-ekstremis lainnya serta pemberontak yang memerangi pasukan pemerintah.

Kepala diplomatik UE Federica Mogherini mengatakan bahwa blok tersebut siap melakukan apa saja yang diperlukan demi mendukung upaya perdamaian yang dimediasi PBB, tetapi memperingatkan bahwa “keadaan masih belum kembali normal”.

“Konflik masih berlangsung, bahkan bila beberapa orang ingin berpura-pura semuanya sudah selesai,” katanya kepada para wartawan di Brussel.

BACA JUGA: BNPT: Waspadai Kabar Kematian Bahrun Naim

“Kami tahu betul bahwa dalam peperangan masih berlangsung, warga sipil masih diserang dan kami melihatnya bersama dengan bantuan kemanusiaan kami setiap hari di Suriah.”

Dia mengatakan UE siap untuk menawarkan dukungan ekonomi ke Suriah, tetapi ini hanya bisa terjadi setelah sebuah kesepakatan politik dicapai pada perundingan PBB di Jenewa.

BACA JUGA: Abu Sayyaf, Mujahidin Beri Perlindungan Bagi ISIS Timur Tengah

Lebih dari 340.000 orang tewas sejak konflik tersebut meletus pada Maret 2011 dengan demonstrasi menentang pemerintahan Assad memicu tindakan keras, demikian laporan AFP. | ANTARANEWS.com

Leave a Reply