Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pilkada Minahasa Tak Ada Paslon Perseorangan

POLITIK

TONDANO, publikreport.com – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Minahasa 2018 mendatang dipastikan tidak ada pasangan calon (Paslon) dari jalur perseorangan. Pasalnya, hingga Rabu 29 November 2017 tidak ada bakal calon memenuhi syarat yang mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa.

Diakui Ketua KPU Kabupaten Minahasa, Meidy Yafeth Tinangon, sejak pendaftaran dibuka hanya satu pasangan bakal calon yang datang mendaftar, yakni Grety Kawilarang-Gerard Mentang. Pasangan ini datang menjelang penutupan pendaftaran.

“Ketika dilakukan pemeriksaan dokumen, ternyata Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Di mana beberapa berkas yang dinyatakan TMS adalah formulir B1 KWK atau daftar nama-nama pendukung pasangan calon perseorangan dalam Pilkada, jumlah sebaran hanya pada lima yang seharusnya 13 kecamatan,” jelas Meidy, Sabtu 16 Desember 2017.

Jumlah dukungan pasangan calon perseorangan, Meidy menjelaskan, Kartu Tanda Penduduk (KTP) seharusnya minimal 23.362 atau 8,5 persen dari total penduduk Minahasa. Namun yang dimasukan hanya 670 KTP. Pasangan calon ini juga tidak memiliki formulir B2 KWK atau rekapitulasi jumlah dukungan calon perseorangan dalam pemilihan bupati/wakil bupati, serta tidak memasukkan dukungan dalam bentuk softcopy pada Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

BACA JUGA: Cabup/Cawabup Perseorangan Melalui Silon

BACA JUGA: Jerat Pelanggaran Netralitas ASN dalam Pilkada, dari Kode Etik hingga Disiplin

“Dalam pemeriksaan berkas kami nyatakan TMS,” ujarnya.

“Bagi bakal calon yang TMS tidak ada waktu tambahan. Kecuali perbaikan. Sehingga KPU langsung menyatakan menolak dan tidak ada proses lanjutan,” tambahnya.

Dengan demikian, Meidy melanjutkan, Pilkada Kabupaten Minahasa 2018 dipastikan tidak ada calon dari jalur perseorangan.

“Sekarang kami tinggal menunggu dari partai politik dan atau gabungan partai datang mendaftar,” katanya. | ANTARANEWS.com

Leave a Reply