Ilustrasi.
Ilustrasi.

PT PELNI Bantah Telantarkan Kapal Perintis

EKONOMI & BISNIS

AMBON, publikreport.com – Manajer PT PELNI (Pelayaran Nasional Indonesia) Cabang Ambon, Hambali, membantah kabar bahwa BUMN (Badan Usaha Milik Negara) di sektor perhubungan laut itu menelantarkan empat kapal perintis yang sedang naik dok, di Bitung, Sulawesi Utara.

“Hal itu tidak benar samasekali, sebab terkait proses doking, kapal-kapal perintis menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan di pusat,” ujarnya, di Ambon, Sabtu 16 Desember 2017.

PT PELNI adalah BUMN yang bertanggung jawab kepada Kementerian BUMN, sementara Kementerian Perhubungan di sisi pemerintah sebagai regulator, di antaranya soal pengadaan dan pemeliharaan kapal-kapal perintis.

Hambali menjelaskan, terkait doking kapal perintis, Kementerian Peruhungan sudah menyerahkan kepada pemenang tender guna memperbaiki dan memelihara kapal, sedangkan PT PELNI hanya mengelola setelah proses doking itu selesai.

Hambali mengatakan, dari enam kapal perintis yang berpangkalan di Ambon, hanya dua yang operasional saat ini, yaitu KM Sabuk Nusantara 48, dan KM Sabuk Nusantara 63. Sementara yang masih naik dok adalah KM Sabuk Nusantara 43, KM Sabuk Nusantara 33, dan KM Sabuk Nusantara 31 serta KM Maloli.

Kapal laut sangat diperlukan di Maluku dan Maluku Utara yang wilayahnya didominasi perairan. Sebagai gambaran, terdapat Pulau Wetar di ujung timur laut negara Timor Timur yang masih menjadi wilayah Provinsi Maluku. | ANTARANEWS.com

Leave a Reply