Twitter. (Max Pixel)
Twitter. (Max Pixel)

Twitter Terapkan Aturan Penyaring Konten ‘Kebencian’

Twitter menyatakan mulai menerapkan peraturan baru yang ditujukan untuk menyaring konten “kebencian” dan “kasar” di jejaring sosial itu, termasuk pesan yang mempromosikan atau memuliakan kekerasan.

Platform itu sudah lama menghadapi kritik mengenai bagaimana mereka menangani kelompok pembenci dan konten kebencian, yang menyebabkan mereka menghapus lencana verifikasi dari nasionalis kulit putih terkemuka Amerika Serikat bulan lalu.

“Ancaman kekerasan spesifik atau keinginan akan bahaya fisik, kematian, atau penyakit yang serius terhadap individu atau kelompok orang adalah pelanggaran kebijakan kami,” menurut pernyataan Twitter mengenai aturan baru itu pada Senin 18 Desember 2017.

Konten yang “mengagungkan kekerasan atau pelaku tindakan kekerasan” serta “gambaran kebencian” termasuk logo atau simbol yang terkait dengan “permusuhan dan kebencian” terhadap kelompok tertentu juga dilarang di Twitter.

Twitter juga menyatakan akan menangguhkan “akun yang berafiliasi dengan organisasi yang menggunakan atau mempromosikan kekerasan terhadap warga sipil untuk kepentingan mereka.”

Namun Twitter menyatakan tidak akan menutup akun entitas militer atau pemerintah, dan akan mempertimbangkan pengecualian “untuk kelompok-kelompok yang baru-baru ini terlibat (atau sudah terlibat) dalam resolusi damai”.

Leave a Reply