Bumi dalam pandangan penuh dari Bulan yang diambil dari Apollo 17. (Foto: NASA.gov)
Bumi dalam pandangan penuh dari Bulan yang diambil dari Apollo 17. (Foto: NASA.gov)

Seperti Apa Bumi dan Manusia 10 Ribu Tahun Mendatang? Ini Kata Ilmuwan

Membayangkan masa depan umat manusia, bumi, dan apapun yang kita kenal saat ini, termasuk alam semesta, biasanya adalah ranah fiksi ilmiah. Umumnya, paling jauh kita pikirkan, hanya beberapa ratus tahun ke depan.

Ternyata, perihal kehidupan manusia dan alam semesta ini, beberapa prediksi ilmiah bidang astrofisika dan evolusi, bisa memprediksinya hingga 10 ribu tahun mendatang.

Sebagai permulaan, pada 10 ribu tahun mendatang, keseluruhan benua Antartika bagian timur akan sepenuhnya hilang. Bagian ini adalah barisan lapisan es terpanjang di planet bumi saat ini. Dari pemodelan, para ilmuwan memprediksi jika cekungan subglasial Wilkes runtuh, diperlukan 5 ribu hingga 10 ribu tahun untuk bongkahan es raksasa tersebut menghilang dari lautan. Dampaknya, permukaan laut nakin 3 hingga 4 meter.

Di masa itu, manusia tak bisa dibedakan lagi asal muasalnya. Tak ada lagi variasi fisik berdasarkan regionalnya. Mata biru atau coklat, kulit putih, hitam, atau kuning, akan terbagi rata di berbagai kawasan dunia.

Di era itu, garis pantai di berbagai kawasan dunia tak lagi sama dengan yang kita kenal saat ini. Kalender Gregorian akan berbeda 10 hari dengan posisi matahari. Periode tersebut, bumi akan menjadi saksi sebuah ledakan bintang yang spektakuler.

Diprediksi, dalam 10 tahun ke depan, bintang super-raksasa Antares akan meledak dan menghasilkan supernova yang sangat terang. Bahkan bisa terlihat di siang hari dari bumi.Antares sendiri terletak sekitar 600 tahun cahaya dari bumi.

Sepuluh ribu tahun dari sekarang, sistem pengamanWaste Isolation Pilot Plant, sebuah tempat menyimpan limbah nuklir di bawah tanah,tak akan lagi berfungsi.

Leave a Reply